Dari Akhwat UntuK Ikhwan

Posted by Almaida A. Ade Ninggar Senin, 17 Desember 2012 0 komentar


Sebuah Pengakuan Yang Menyentuh

Assalamualaikum wr wb

Ini adalah kisah yang sudah sangat melegenda: tentang Julius Caesar, kaisar romawi yang rela kehilangan kehormatan, kesetiaan bahkan negaranya demi si-ratu penggoda, Cleopatra. Semua ia lakukan (kata ahli sejarah) …… atas nama cinta …..
Ini kisah tentang pemuda bernama Romeo, demi sang wanita ia rela kehilangan keluarga dan tentu saja nyawa, …… tetap saja atas nama cinta ….
Satu lagi seorang janda bernama Khadijah yang rela mengorbankan segalanya demi membela pemuda bernama Muhammad, yang dia yakini membawa risalah Tuhannya, …. Ini juga atas nama cinta ….

Kata Jalaludin Rumi, cinta akan membuat yang pahit menjadi manis dan dengan cinta tembaga menjadi emas, dengan cinta keruh menjadi jernih dan dengan cinta yang sakit menjadi obat, dengan cinta yang mati menjadi hidup dan cintalah yang menjadikan seorang raja menjadi hamba sahaya dan pengetahuanlah cinta seperti tumbuh.

Afwan, aku bukan pujangga yang hendak membahas tentang cinta. Aku juga tidak sedang mencampuri urusan orang lain. (Aku hanya ingin memposisikan diri sebagai seorang saudara… yang wajib hukumnya untuk mengingatkan saudaranya yang mungkin…. salah langkah). Bila aku sudah, atau….. artikel ini tak berkenan, mohon ma’af. Itu saatnya aku untuk dikomentari atau dikritik…..Aku ingin bicara atas nama wanita, terlebih Akhwat (Kalau boleh sih).

Tolong para Ikhwan (yang merasa sebagai muslim), wanita adalah makhluk yang sempit akal dan mudah terbawa emosi. Terlepas bahwa aku TIDAK SUKA pernyataan tersebut, tetapi itu fakta.
Sangat mudah membuat wanita bermimpi. Tolong, berhentilah memberi angan-angan kepada kami! Mungkin kami melengos kalau disapa…atau….membuang muka kalau dipuji. Tapi, jujur ada perasaan bangga, bukan suka pada Antum (mungkin), tapi suka karena diperhatikan “lebih”.
Diantara kami ada golongan Maryam yang pandai menjaga diri. Tetapi, tidak semua kami mepunyai hati suci. Janganlah antum tawarkan sebuah ikatan ta’aruf. Sebuah ikatan ilegal yang bisa jadi berumur cuma dalam hitungan bulan, tetapi menginjak usia tahun, tanpa kepastian kapan di ilegalkan.
Tolong pahami arti cinta seperti pemahaman UMAR AL FARUQ, seperti induk kuda yang melangkah hati-hati karena takut menginjak anaknya (Afwan, benar ini riwayatnya ? ). Bukan mengajak kami kebibir neraka dengan sms –sms mesra, telepon sayang, hadiah-hadiah ungkapan cinta dan kunjungan pemantapan yang dibungkus sebuah label: TA’ARUF.

Tolong kami hanya ingin menjaga diri, menjaga agar amal kami tetap tertuju pada-Nya. Karena janji Allah itu pasti “Bahwa wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik.”

Jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu.
Jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu.
Jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu.
Jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu.
Jangan ajak hati kami berzina dengan berkhalwat denganmu.

Ada beda …. Persahabatan sebagai saudara dengan hati hati yang sudah terjangkit virus ... beda itu bernama “rasa” dan “pemaknaan”. Bukan seperti itu yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.

Antum memang buka mushaf, antum juga tak sekualitas Yusuf as, antum bukan Arjuna dan tak perlu berlagak layaknya Casa Nova. Karena islam sudah punya jalan keluar yang indah: “segeralah menikah” atau “Jauhi wanita dengan puasa”.

Antum berusaha untuk menjaga hijab agar datang kepada kami dalam kondisi suci hati, tetapi kami malah menjajakan cinta kepada laki-laki yang belum tentu menjadi suami kami. Atau antum sekarang sudah berani menjamin bahwa antum adalah calon suami kami sebenarnya …? Maaf, wanita itu lemah dan mudah ditaklukkan ! sebagai saudara kami, tolong jaga kami karena kami akan kuat menolak rayuan preman tapi bisa jadi kami lemah dengan surat cinta kalian.

Bukankah akan lebih indah bila kita bertemu dengan jalan yang diberkahi-Nya ..?
Bukankah lebih membahagiakan bila kita dipertemukan dalam kondisi diridhai-Nya ..?
Buka Cuma pada saat menikah, tetapi juga saat pertemuan yang juga bebas dari maksiat. Allah Maha Pencemburu dan Dia Maha Memiliki kami. Jadi … mintalah kepada-Nya sebelum mendatangi kami.

Sumber: dari seorang akhwat [ hamba Allah]

Wassalamualaikum wr wb




Baca Selengkapnya ....

Happy Birthday My Brother

Posted by Almaida A. Ade Ninggar Sabtu, 20 Oktober 2012 0 komentar







Metro, 20 Oktober 2012


Semilir angin menari di sela ilalang..
Mendera jiwa yang tak pernah tumbang..
Terdengar sayup-sayup irama qalbu..
Melantunkan syair-syair keheningan dalam keramaian..
Kedamaian hati yang tak bertepi..
Meneguhkan asa yang tak pernah padam..
Ingin kusampaikan salam dari hati..
Untuknya..
Jiwa yang tenang..

Masih adakah ia disana ?
Mengarungi lautan ilmu tanpa batas..
Mematahkan jeruji kebodohan yang membelenggu..
Meruntuhkan dinding-dinding ketidakmampuan..
Melampiaskan gelora semangat juangnya..
Untuk terus mengikis bebatuan yang kokoh..

Bersemangatlah wahai jiwa yang tangguh..
Teruslah berjuang hingga akhir hayatmu..
Karena hidupmu takkan pernah terulang..
Seperti layaknya sang waktu..
Bahagiamu adalah bahagiaku..
Tangismu adalah tangisku..
Karena semangatmu, telah menyatu dalam nuraniku..
Untuk selamanya…





*******
Sebelumnya…
HAPPY BIRTHDAY to My Little Hero.. >.<
maaf, aku bukan orang pertama yang memberikan ucapan ini untukmu...
Tak terasa..
Waktu bergulir begitu cepat..
Menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan..dan seterusya, waktu itu akan terus melaju tanpa memandang siapa dirimu, siapa dia, dan siapa mereka..
Usiamu semakin berkurang teman....
Semoga kamu menjadi orang-orang hebat, yang menyandarkan semuanya hanya kepada Allah swt..
Menjadi seorang imam yang mampu memimpin dirimu sendiri dan mengantarkan orang lain menuju gerbang kemenangan mereka..
Semoga panjang umur, sehat selalu, bermanfaat bagi orang lain, semakin dewasa, dan lebih baik lagi dari segala aspek. Aamiin
Mungkin, hanya sebatas ini doa yang bisa ku tuliskan,karena…. tak semua hal ingin ku tuliskan…….^_^



***
puisi ini aku persembahkan untuk seseorang yang sangat berarti dalam hidupku..
Seseorang yang telah menggoreskan tinta emasnya untuk menuliskan kepribadianku, seseorang yang telah memberiku banyak inspirasi, mengajariku tentang bagaimana  seharusnya aku dapat hidup dengan kesunguhan..
Sampai kapanpun, aku akan terus mengingat, mengamalkan hal baik yang dahulu pernah ia berikan untukku..
Tak peduli, ia masih mengingatnya ataupun ia telah mengubur dalam-dalam kisah itu…
Ingin sekali aku dapat berjumpa dengannya, namun…biarlah Allah yang mengatur semuanya..
Aku percaya, Allah Maha tahu segalanya, Maha Terbaik dalam setiap ketentuan..^_^
Tak ada yang tahu, mungkinkah kita bisa bertemu kembali, atau kita memang akan berpisah untuk selamanya..

Aku…….
Menyayangimu karena Rabb-ku…




Salam santun
Almaida Aprianita Ade Ninggar >.<

Baca Selengkapnya ....

Ketika...

Posted by Almaida A. Ade Ninggar Minggu, 14 Oktober 2012 0 komentar

….

Ketika aku menyayangimu karena akidahmu..
Ketika aku meluruskanmu karena tak ingin kau berbelok arah..
Ketika aku mendoakanmu tanpa engkau tahu..
Ketika aku berlapang dada karena teguranmu..
Ketika aku tersenyum untuk kebahagiaanmu..
Ketika aku menguatkan saat kau mulai terjatuh..
Ketika sahutan salam menyapa saat kita bertemu..
Ketika aku begitu cepat melupakan kesalahanmu..
Ketika aku membuka lebar-lebar pintu maaf untukmu..
Ketika aku menjaga rahasiamu..
Dan…
Ketika terkadang aku perlu melepasmu dengan keikhlasan..
Bila Allah Azza Wa Jalla yang memintaku untuk mencintaimu,
Dan aku..
Melakukannya dengan izin Allah..
Semoga hanya karena Allah..
Aamiin.. ^_^

My little hero >.<
16/07/2012
08:39:42pm

 "dan.........ketika sekarang, ia sudah pergi. seseorang yang pernah ada dalam hidupku..
jika memang kaulah pilihan Allah, tentunya kita akan bersama. sengaja aku tak menghubungimu, aku mencoba untuk tak mengingat lagi emua tentangmu, karena aku tak ingin, rasa cintaku padamu, melebihi rasa cintaku terhadap Rabbku..
Dear..
biarlah semua ini berjalan sesuai kehendakNya..
tak ada jaminan sedikitpun untuk aku bisa menyangka, bahwa kamu yang nantinya akan menjadi seseorang di hari terakhirku...
aku memang mencintaimu, tapi aku juga tak ingin menjadikan diriku hanya berharap padamu.. Ya Allah, Engkau Yang Maha Tahu, akan semua hal yang terbaik untukku dan untuknya...
Bismillahirohmanirrohim....


Metro, 14 Oktober 2012

Baca Selengkapnya ....

Girls of Casperblast *_*

Posted by Almaida A. Ade Ninggar Kamis, 19 April 2012 0 komentar
hai teman....3 tahun sudah kita lalui hari bersama...
meniti setiap jejak langkah sang pejuang...meneruskan...
teman, terimakasih ya atas semua kebaikan kalian selama ini...
maaf.........pastilah aku banyak sekali salah dengan kalian...
teman..........maafin aku ya...
aku sayang kalian semua...........

Baca Selengkapnya ....

Tausiyah dari "Sang Murabbi"

Posted by Almaida A. Ade Ninggar Selasa, 03 April 2012 0 komentar

walau jasadnya telah tiada, tausiyahnya masih menggetarkan jiwa---



Kematian Hati
(Alm) Ust. Rahmat Abdullah


Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya.
Banyak orang cepat datang ke shaf shalat layaknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi.
Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya.

Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.

Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.

Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.

Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang. "Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka", ucapnya lirih.

Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata.

Dimana kau letakkan dirimu?
Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut.
Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.

Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma'siat menggodamu dan engkau meni'matinya?

Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia ?Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. Ini potret negerimu : 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1500 responden usia SMP & SMU, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separohnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan.

Mungkin engkau mulai berfikir "Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu yang tak kauperlukan sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh" Betapa jamaknya 'dosa kecil' itu dalam hatimu.

Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat "TV Thaghut" menyiarkan segala "kesombongan jahiliyah dan maksiat"?

Saat engkau muntah melihat laki-laki (banci) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan " Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat ?"Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang "Ini tidak islami" berarti ia paling islami, sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak ada ALLAH disana?

Sekarang kau telah jadi kader hebat.Tidak lagi malu-malu tampil.
Justeru engkau akan dihadang tantangan: sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa.

Semua gerak harus ditakar dan jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki. Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu.

Siapa yang mau menghormati ummat yang "kiayi"nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan enteng mengatakan "Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku" dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?

Siapa yang akan memandang ummat yang da'inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan "Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua"

Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai 'alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama?

Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam aktifitas da'wahnya? Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir ? Bila demikian, koruptor macam apa engkau ini? Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka.

Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk junk food, semata-mata karena nuansa "westernnya" . Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan "lihatlah, betapa Amerikanya aku".

Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.

Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai tenunan bangsa sendiri atau terompah lokal yang tak bermerk. Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana.

Kini datang "pemimpin" ummat, ingin mengatrol harga diri dan gengsi ummat dengan pameran mobil, rumah mewah, "toko emas berjalan" dan segudang asesori. Saat fatwa digenderangkan, telinga ummat telah tuli oleh dentam berita tentang hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana. "Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih memenuhi seleraku"




Baca Selengkapnya ....
Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Catatan Hati .