perjalanan menuju kampus tercinta ^_^
Selasa, 21 Januari 2014
0
komentar
*edisiCatatanKampus
Dear Diary..
Assalammualaikum Wr Wb
Apa kabar sahabat blogers, semoga kalian senantiasa dalam keadaan
sangat baik, dimana pun kalian berada
. Dalam kesempatan ini,
aku ingin share mengenai sesuatu, apa itu? Hm… perjalanan menuju Kampus Tercinta .
STAIN, bagi sebagian orang adalah kampus pilihan paling
terakhir. Who knows? Aku juga salah satunya.Awal cerita, ketika aku kelas XII SMA, aku mencoba
mendaftar di beberapa perguruan tinggi negeri tingkat universitas, tapi gagal.
Hingga pada akhirnya, aku baca pengumuman di koran, mencari namaku yang
kebetulan tercantum disalah satu daftar SNMPTAIN. Pada saat itu, aku akan
melakukan seleksi wawancara di salah satu universitas negeri, tapi aku putuskan
dengan tegas, untuk tidak meneruskannya. Langsung aku meninggalkan kampus tersebut dan siap-siap mencari tiket bus
untuk bergegas pulang.Entah kekuatan apakah yang membuatku sangat berani
mengambil keputusan, meninggalkan 1 tahap lagi menuju kampus impian.Di balik
semua kisah itu, aku jadi teringat pesan ummi di SMS beberapa tahun lalu ketika aku akan mendaftar di
perguruan tinggi. “nak, ummi
ridho jika Aida mendaftar dimana pun, tapi ummi berharap Aida tidak jauh dari ummi, biar ummibisa
menjenguk Aida kapan saja.dimanapun
tempatnya Aida belajar“sebuah berlian akan tetap jadi berlian”.”
Wajar, sejak kecil aku tidak di asuh oleh ummi, melainkan oleh nenekku, sempat aku tinggal bersama ummi, tapi itu tidak lama. Aku
merenungi pesan itu, setelah kegagalan yang bertubi-tubi, mulai dari SMA
di-blacklist oleh salah satu pihak universitas, gagal ujian tulis, hingga
kecelakaan sehingga harus di opname,
karena pada saat itu kepalaku terkena benturan yang teramat keras dan hampir
saja operasi itu berjalan. Allah, ku rasakan kebesaran Engkau, karunia Engkau
yang tiada tara karena Engkau telah menyelamatkan aku. Dengan penuh kepasrahan,
tentunya aku tak bisa mengikuti test lanjutan. Jadi sangat dibenarkan,
ridho Allah adalah ridho-nya orang tua.Mungkin, ummi ingin dekat denganku, meskipun ummi bilang, bahwa Beliau ridho ketika aku akan mendaftar dimana
saja, tapi hati kecil beliau
sangat mengiginkan agar aku dekat. Ummi,
maafkan aku, aku tidak peka terhadap semuanya. 3 semester pertama benar-benar masa sulit
yang harus aku jalani, dimana aku merasa ini bukanlah tempat yang cocok untukku, begitu pula dengan
jurusan yang aku ambil.Aku mencoba memberontak dengan diamku, mencari jati diri
sebagai alibi karena aku sangat berat berada di kampus ini. Menjadi orang lain
yang sangat berbeda dengan karakter ku. Segala cara aku lakukan, mulai dari
bolos kuliah dan pergi ke asrama sahabatku yang ada di luar kota untuk dapat
melepas jenuh yang teramat jenuh, mengikuti aktivitas temanku, sampai ikut
kuliahnya pun pernah. Memang, sementra aku merasa senang, tapi itu
sementara.Ketika aku kembali ke kost-ku dan menjalani aktivitasku di kampus,
rasa itu muncul lagi, rasa dimana aku merasa berontak dalam diam. Aku tak
mengerti, mengapa aku jadi seperti ini.Tidak ada Aida yang seperti dulu,
pribadi pemalas, negative thinking, egois, ngga peka. Astagfirullah… kemana
jiwamu yang dulu Aida L. Aku,
yang dikenal teman-temanku adalah pribadi yang selalu semangat, perfectionist,
berani, tak pernah mengeluh, senantiasa bersyukur, kemana itu semua?
Allah....begitu sulit aku menjalani semua ini. Mungkinkah aku sendiri dapat melewatinya
ya Allah,. Selama ini,aku menutupi semuanya dengan
kebohonganku, satu hal yang membuatku tetap bertahan pada semangat untuk dapat
membuat orang lain melihatku sebagai pribadi yang ceria, menyenangkan bagi
mereka. Selama ini, aku merasa belajar begitu sulit, aku tau semua ini karena
hatiku yang tertutup, terlalu keras hanya untuk sekedar menerima. Aku tak tau,
disaat aku seperti ini, aku malah kehilangan seua sahabat-sahabat, sahabat yang
mengajari aku banyak hal, membangun bersama jiwa keandiriaan, mencintai Allah,
senantiasa mengingatkanku dikala aku merasa sangar rapuh. Itu lah ukhwah,
keindahan yang tiada terganti. Hatiku yang kelabu, membuatku merasa menjadi
orang terbodoh diantara orang-orang bodoh. Teringat nasihat seorang sahabat,
bahwa ilmu tidak akan masuk kepada hati yang kotor. Aku tau semua ini, aku tau
apa yang aku lakukan salah, aku tau apa yang aku fikirkan selalu slah, tapi aku
begitu lemah untuk dapat bangkit dari semua ini sendiri.aku mencari kesenangan,
yang semua itu hanya membuatku menjadi sosok yang kehilangan jati diri.
Terkadang aku sadar akan ketulusan, membantu sesama, menjadi guru terbaik untuk
anak-anak didik ku, aku terus mencoba ikhlas, namun aku sangat terheran,
mengapa jika aku menginjakan kaki di kampus ini, perasaan tidak terima ini
selalu muncul dan coba mengacaukan semuanya. Astagfirullah.... ampuni hamba ya
Rabb . Pernah suatu ketika, aku semester dua,
menunggu dosen mata kuliah “phonetic phonology” teman-teman di luar ruangan, seketika
aku masuk kelas, dan air mataku berderai. Tau mengapa? Ya, saat itu adalah 2
minggu sebelum test SNMPTN tulis 2013. Hatiku kembali berkecamuk, ingin sekali
memberontak, namun kepada siapa? Jurusan psychology yang selama ini aku
dambakan, ingisekali aku meraihnya kembali. Lagi-lagi aku mencoba diam,
memendam semua ini sendiri. Aku hanya tak ingin membuat Ummi kecewa padaku. . Aida yang selama ini begitu gemar mengikuti
acara ini, itu, bahkan mengeluarkan budget yang lumayan mahal hanya untuk
engikuti sebuah seminar atau training kini tiada lagi. Semua tergantioleh sosok
perempuan yang seperti tak memiliki impian. Nothing. Useless. Aku selalu
mencoba dan mencoba menepiskan segala rasa buruk itu dengan penuh perjuangan,
aku bangun kebali mimpi-mimpi ku, menuliskannya di buku impianku, beberapa
memang telah terwujud, tapi akupun meraihnya seenaknya sendiri, aku tidak
totalitas, aku tidak bertekad, aku tidak memberikan punishment ketika aku
melanggar janji-janji kepada diriku sendiri. Aku pecundang. Semua tulisan,
motivasi, dan nasihat-nasihat itu hanya bertahan tak lebih dari 42 jam.
Bayangkan betapa naifnya aku yang sekarang? Aku tak bersyukur, tak melihat ke
bawah, banyak orang di luar sana yang menginginkan posisi sepertiku, aku terlalu egois dengan cita-citaku, dan aku
tak sadar bahwa ada orang yang snagt menginginkan aku menjadi kebangaannya
karena aku mewujudkan impiannya, mengikuti perintahnya, ia adalah ummi.
Ummi...maafkan aku karena aku belum bisa berbakti kepadamu, aku begitu
mengecewakan ummi.....
Dan pada akhirnya, aku merasa lelah dengan pencarian ini,
ingin kembali menjadi diriku yang dulu.Gerbang semester 4 ini, aku akn bertekad dengan segala kemampuanku bahwa
aku akan menjadi jauh lebih baik, memohon kepada Allah atas apa-apa yang telah
menghilang dariku untuk dikembalikan. Aku akan menjadi si perfectionist in my
study, aku akan menjadi sosok yang senantiasa bersyukur, aku akan menjadi
seorang yang mampu menata kembali impian-impian yang seharusnya aku memulainya
dari dulu. Ya Allah.. izinkan aku untuk dapat memperbaiki segalanya.
Dear, jika kalian
tau, inilah sisi gelap yang selama ini aku sembunyikan, aku semunyikan dari
pengelihatan kalian, dari Ummi, dari keluarga. Sekarang aku berani membuka
semuanya, dihadapan kalian. Karena aku sudah lelah dengan segala pencarian ini,
lelah dengan semuanya, aku ingin membuat hidupku jauh lebih bermakna.
Mendisiplinkan kembali diri ini yang sudah hampir liar. Berderai air mata
ketika menulis catatan ini, segenap emosi telah aku tuangkan dala catatan ini,
berharap inilah hari terakhir dimana aku dapat mengubur dalam-dalam catatan
gelap ini, agar aku dapat kembali melanjutkan hidupku Ya Allah......
Bukankah setiap
orang memiliki kesempatan untuk berubah? Begitupun dengan diriku, aku ingin menjadi
lebih baik lagi dari sebelumnya, aku sudah
lelah dengan pencarian ini, ini bukanlah aku. Kembali aku menata fikiran
dan hati, berfikir dalam bahwa apa yang terjadi di dunia ini adalah bukan
semata-mata terjadi begitu saja, melainkan ada Allah dibalik semua ini. 1,5
tahun ini Allah membiarkan aku sendiri, terdampar di kampus ini, mungkin Allah
menempatkan aku di sini karana ada orang-orang yang membutuhkan aku disini,
atau Allah akan mempertemukan aku dengan seseorang, atau Allah akan
menjadikanku jauh lebih kuat dari sebelum-sebelumnya, ataukah Allah menjadikan
kampus ini agar menjadi suatu batu loncatan yang tak mungkin aku dapat
meraihnya ketika aku di kampus yang tidak Engkau ridhoi, Ataukah Allah akan
menjadikan aku sosok berbeda dari teman-teman yang lain? Wallahualam, aku akan
tetap berprasangka baik. Allah, bimbing hamba untuk dapat melewati semua ini,
bimbing hamba untuk keluar dari lembah hitam ini. Hamba ridho dengan segala
ketentuan yang telah Engkau takdirkan kepada hamba, hamba ikhlas dengan semua
ini ya Allah, hamba pun akan terus mencoba menggali potensi yang luar biasa
dari diri hamba sebagai bentuk rasa syukur hamba kepada Engkau karena Engkau
telah menganugerahkan segala kelebihan yang tak semua orang memilikinya.
Allah.... izinkanlah hamba untuk dapat mencintai Engkau setulusnya, layaknya
Engkau yang tak pernah luput mencintai hamba-hambaMu yang senantiasa bertaubat.
Aamiin
Terakhir kalinya,
ucapan terimakasih untuk semua teman-teman yang sangat berarti dalam hidupku
selama ini, senantiasa memberikan semangat dan motivasi. Semoga Allah
merahmati, memberikan kalian semua keridhoan dalam kebajikan, keluarga,
cita-cita, karir dan semuanya. Ya Allah, jadikanlah mereka orang-orang yang
nantinya Engkau akan mengumpulkan kami di JannahNya aammiin
Metro, 21 Januari
2014/00.41a.m
Salam Santun
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: perjalanan menuju kampus tercinta ^_^
Ditulis oleh Almaida A. Ade Ninggar
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://almaidaisanita.blogspot.com/2014/01/perjalanan-menuju-kampus-tercinta.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Almaida A. Ade Ninggar
Rating Blog 5 dari 5
.jpg)

0 komentar:
Posting Komentar