Jika Memang Jodoh, Tak Akan Pergi Kemana
Senin, 07 Juli 2014
0
komentar
Dear bloggers,
Assalammu’alaikum…
Hi, lama tidak
posting lagi, setelah sekian lama diam dan lumayan sibuk mengurus tugas akhir
semester. Sekarang saatnya aku menulis lagi, karena menulis membuatku semakin
merasa nyaman terhadap diri sendiri juga terhadap sisi yang lain. Wallahu’alam.
Dear, kali ini aku
ingin mencoba posting tentang sesuatu, yang menurutku itu menarik. Meskipun tak
bias ku pungkiri bahwa menurutku semua hal dalam hidupku adalah menarik, baik
itu kisah yang menyenangkan atau bahkan menyedihkan sekalipun. Allah mengajari
kita untuk senantiasa bersyukur atas semua hal yang terjadi pada kita,
senantiasa berfikir positif dan senantiasa berdoa.
Dear, cerita ini
aku ambil dari kisah seseorang, cerita yang menimbulkan banyak tanda tanya.
Masih ingatkah
dengan postingan tahun lalu, dimana aku menceritakan sosok orang yang selalu
aku sebut dalam hampir setiap kali posting. Ya, dia Ronald. Temanku .
Aku mengenalnya
sejak lama, lama sekali. Dari kita mulai TK hingga sekarang. Kita saling
mengenal, kita juga saling tahu satu sama lain. Ketika itu, kami bermusuhan,
aku begitu cuek padanya, aku begitu acuh padanya, hingga pada saat kita SMA,
kita terpisah jauh, ya meskipun pada saat SMP kita juga tidak satu sekolah.
Allah menakdirkan kami bertemu kembali di akhir SMA, ketika itu dia yang
menghubungiku terlebih dahulu. Kita bertemu disaat kita sudah mulai beranjak
dewasa, bukan anak-anak lagi yang setiap kali bertemu selalu bermusuhan. Kala
itu, dia datang dalam hidupku. Pertama kali memang aku meresponnya dengan
sangat buruk, masih bertahan pada sifat lamaku, cuek dan judes. Tapi, saya kira
itu tidak bertahan lama. Entah bagaimana ceritanya, aku mulai mencintainya. Aku
mulai merasa nyaman berteman dengannya. Padahal aku tau, siapa dia saat itu.
Semakin lama, aku semakin sangat mengenalnya, mengenal pribadinya, baik itu
baik atau buruk. Dulu, kami saling mencintai, kita bias memahami satu sama
lain, bahkan seringkali aku dan dia bisa membaca fikiran satu sama lain, bisa
tau apa yang terjadi antara kita meskipun kita terpisah oleh jarak. Setiap
malam aku bisa bermimpi tentangnya, begitupun dia. Ya, itu masa lalu, masa lalu
yang mengajarkan aku banyak hal, aku tau kedekatan seperti itu terhadap lawan
jenis yang bukan muhrim tidak dibenarkan oleh agama. Hingga pada suatu ketika,
Allah memberikan jalan hidup yang sangat jauh dari impian dan perkiraan antara
aku dan dia. Dia sekarang di Semarang, aku di Medan. Semua itu terjadi dari
proses yang sangat panjang, ujian yang bertubi-tubi, hingga pada akhirnya kami
berada di tempat yang jauh berbeda. Kami memutuskan untuk tidak lagi
berkomunikasi, sejak saat itu aku sudah mulai mengacuhkan segala tentangnya,
meskipun pada faktanya, sampai saat ini aku belum bisa melupakannya. Dia
sekarang dengan yang dulu sangat berbeda. Semakin dewasa, semakin shalih,
semakin subhanallah. Ya, itu menurutku. Tiga tahun silam, cerita itu berlalu,
terasa cepat dan sangat cepat, semakin aku tidak mengenalnya. Aku yakin, semua
ini sudah Allah gariskan, saat dimana aku bertemu kembali dengannya, saat
dimana aku berpisah untuk waktu yang sangat lama, dan sama-sama berniat untuk
memperbaiki diri satu sama lain, memohon ampun dan semakin mendekatkan
diri kepada Allah, karena aku percaya,
maut, rizqy, jodoh adalah misteri yang telah Allah tetapkan, namun terlepas
dari hal tersebut, hendaklah kita menjemputnya dengan cara yang mulia. Biarkan
aku tidak mengenalmu sekarang, karena aku percaya kepada Rabbku, jika memang
dia jodohku, kita akan disatukan dalam suatu ikatan yang suci, ikatan yang
diridhoi Allah. Semakin kita berfikir tentang apa yang telah terjadi terhadap
diri kita, semakin kita dapat mengetahui bahwa apapun yang terjadi tak pernah
terlepas dari kuasa Allah swt. Namun, lain halnya jika jodoh itu nantinya bukan
dia, yang jelas, sekarang adalah waktunya untuk terus memperbaiki diri, untuk
mendekatkan diri kepada Allah swt. Semangat
Pagi. ^_^
Metro, 10 Juni
2014
Salam Santun,
Almaida A. Ade
Ninggar
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Jika Memang Jodoh, Tak Akan Pergi Kemana
Ditulis oleh Almaida A. Ade Ninggar
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://almaidaisanita.blogspot.com/2014/07/jika-memang-jodoh-tak-akan-pergi-kemana.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Almaida A. Ade Ninggar
Rating Blog 5 dari 5


0 komentar:
Posting Komentar