Semua yang terjadi, atas izin Allah..

Posted by Almaida A. Ade Ninggar Jumat, 18 Januari 2013 2 komentar



dear diary.....

Selasa 8 Agustus 2012,

 hari pertama aku tinggal di asrama, dengan teman yang tak biasa, dengan peraturan baru, dan butuh sekali penyesuaian yang tak mudah ku lakukan saat itu. Ma’had Faafiru Illallah, itulah nama asramaku, terletak agak jauh dari keramaian, namun dari sisi itulah kedamaian dapat ku temui. 

“mba Aida ya ?” sapa salah satu kawan baruku, saat itu aku sedang membereskan baju dari koper yang ku bawa.
“iya, saya Aida...” balas sapanya dengan senyumku, subhanallah, terlihat jelas ia menyambutku dengan penuh kehangatan. Lantas, aku berkenalan dengannya, namanya Mayda, ternyata dia juga penghuni baru di asrama itu. 

Hari-hari pertama benar-benar membuatku penat, bosan, tidak nyaman, kurang, dan serasa serba salah sendiri. Aku merasa tidak betah, karena menurutku tempat itu cukup jauh dari kampus, untuk mandi pun harus bergantian, membuatku penat..sampai pada 1 semester pertama, seringkali aku merasa ingin keluar. 

Namun, Abi (panggilan untuk ustadz) dan Umi (panggilan untuk ustadzah) tak henti-hentinya memberikan masukan dan motivasi kepada kami, begitu juga dengan mba-mba yang sangat saying kepada kami (adik tingkat) meskipun kita belum lama kenal. Namun, hubungan kami sudah layaknya seorang saudara.
Untuk agenda di asrama kami, bangun pukul 02.30am, tahajud lalu dilanjutkan mengkaji Al-Qur’an, terjemah, shaum sunah bersama,sholat berjamaah belajar ilmu umum seperti B.Inggris bahkan managemen ekonomi sekalipun. Dan tak ketinggalan, agenda setiap liburan semester di isi untuk program tahfidzul Qur’an, setidaknya memulai kita untuk menjadi seorang hafidzoh. 

 Ya Allah, mungkinkah dulu itu hatiku dipenuhi bisik setan, hingga aku merasa tak betah tinggal di tempat mulia itu. Dari waktu ke waktu, aku semakin sadar, bahwa yang terjadi padaku, terjadi atas izinNya. Dipertemukan dengan sahabat-sahabat yang senantiasa mengingatkan aku dikala aku mulai lengah. Terimakasih teteh Alifa, mba Nadia, mba Salma, Aliya, serta teman-teman yang lainnya yang tak bisa ku sebutkan satu per satu. Allah telah memberiku jalan terbaik, dengan membedakan aku dengan teman-teman lain di kampusku, mereka yang kost bebas, bebas membawa pacar ke dalam kamar kosan, bebas keluar malam, dan kebebasan-kebebasan lain yang membuatku tidak nyaman ketika mengetahuinya. Aku sangat bersyukur karana Allah talah memilihkan aku asrama ini, meski terasa berat di awal, tapi ternyata, itulah fase yang harus aku lalui, bahwa semu yang kita mau, belum tentu baik untuk kita. 

Sahabat, begitu juga dengan apa yang kita lalui setiap harinya, kita boleh merasa tidak nyaman, kita boleh merasa tidak sesuai, tapi jika itu baik untuk kita, kenapa kita tidak terus mencobanya ? yakinkah kita bahwa diri kita ini sudah cukup baik sehingga tak butuh pembelajaran ? astagfirullah...
Sahabat, bersunguh-sungguhlah kalian dalam mengemban amanah orang tua. Bagi kalian sbagai pelajar, belajarlah sungguh-sungguh, begitupun bagi kalian yang bekerja, bekerjalah dengan sepenuh hati, ingatlah, kapan lagi kalian akan membahagiakan orang tua kalian ? orang tua tidaklah menginginkan anaknya memberikan atau membalas jasa orang tua, karena itu sangtlah tidak mungkin. 

Sahabatku yang mulia karena Allah, ambilah hikmah dari setiap kejadian, niscaya kalian akan menjadi seorang pembelajar yang sejati ^_^

Ya Allah, jagalah aku dan teman-temanku, ingatkan kami ketika kami mulai menjauh dari jalanMu, tuntunlah kami selalu, karena, kami buta tanpaMu. Ya Rabb, istiqomahkanlah kami untuk senantiasa menjadi hambaMu yang shalih dan shalihah. aamiin

Salam santun, 

Almaida A.A.N

Baca Selengkapnya ....

dimana ETIKA kalian ??

Posted by Almaida A. Ade Ninggar 0 komentar




Dear Diary.......

Pagi ini, aku bangun dengan penuh suka cita. Tau kenapa ? ya… aku ingin bertemu dengan teman-teman baru di kelasku ^_^.  Jadwal pagi dari pukul 03.00 a.m, aku beranjak ke sebuah ruang kecil di samping kamarku. Aku bermunajat kepada Rabbku, dalam keheningan malam, membuat hati ini terasa begitu dekat denganNya. Damai..ku lanjutkan dengan membuka mushaf Al Quran, dan aku mengkajinya.. bahagia sekali hati ketika dapat melakukan hal itu..

Tak lama kemudian, teman-teman juga menyusul untuk melaksanakan rutinitas.. benar-benar menghidupkan suasana malam dengan penuh cinta karena Rabbnya..
Pukul 07.30, aku bergegas ke kampus..tak lupa, minum susu terlebih dahulu, karena belum sempat beli makanan, (hehehe..)

Hari ini, aku mengikuti tes seleksi penerimaan anggota baru EC (English Club) di kampus. Ckckck.. waktu interview tadi, sempet “nervous” karena kakak tingkatnya speechnya sangat bagus, sedangkan saya belum seberapa lancar seperti mereka.. tapi, kata interviewer “you’re lie, you can speak English very well >.<”  oooooch… mungkin, kakak itu bilang seperti itu karena ingin menghiburku..
Hehe, no matter, aku bisa mewujudkannya..my dreams come true !!!
Pelajaran pagi ini..
Seseorang memotivasiku, bahwa aku bisa jadi seperti mereka ^.^.. dan aku yakin bisa, kekuatan niat, akan mengalahkan segalanya.. believe it..

Eh…hampir lupa..
Pertandingan futsal di kampus, hari ini diselenggarakan di stadion futsal. Usai test, bersama temen-teman yang lain, kami menuju stadion. Wah….kabar baik, ternyata kelas Absolute_ku  soller fc (first semester) berhasil menyisihkan lawan dari semester 7. seneng deh..
Pertandingan terus berjalan, sampai akhirnya tim kami masuk ke babak final.. menunggu waktu pertandingan, aku, Prayas, Anggun, Ana dan 3 teman yang lain ingin sekedar beli makan diluar, karena belum pada makan siang, sedang waktu menunjukkan pukul  03.15 p.m, dari situ, aku mendapatkan sebuah pelajaran lagi, pelajaran kehidupan yang seringkali terabaikan, membuat aku begitu sedih, menyesal, terasa sesak di hati, tapi mengapa hanya aku yang merasa seperti ini, seharusnya mereka juga :(

Ceritanya begini, kami ber –enam lagi jalan mau masuk ke stadion, karena gang menuju lapangan 3 itu sempit, sekitar 1 meter, dan di jalan itu ada beberapa kakak-kakak, entah dia kakak tingkat kami atau bukan, karena aku berjalan paling belakang, kakak itu memanggilku dan menyuruhku untuk duduk di bangku kosong sebelah kirinya. Aku menghampirinya, karena takut kalau dia kakak seniorku.. Tapi, aku berdiri aja… kakak itu bilang :

Kakak    : Dek, kalian mahasiswa  ?”
Aida        : iya kak.. (jawabku sambil nunduk). Ada apa kak ?”
Kakak    : dek, kakak ini sedih lho,kenapa ya anak-anak sekarang, apalagi udah jadi mahasiswa seperti kalian ini, nilai sopan santunnya mana?……!!!
Aida        : maksud kakak gimana ? jawabku sedikit kaget.
Kakak    : ya gimana engga, dari tadi kakak perhatiin, temen-temen kamu, mondar mandir depan orang, depan kakak tingkat yang lain, ga ada satupun dari mereka yang bilang “permisi kak”, “numpang lewat kak”, “maaf kak”.. kamu tau itu dek ??” (kakak itu serius banget ngomongnya)
Aida        : maaf kak… lain kali ngga gitu lagi.. 
Kakak    : yaaa, gapapa, nanti sampein sama temen-temennya ya, kakak ngga marah, tapi kakak Cuma ingin nilai etika kalian ini dipake’.. jangan sampai, nantinya kalian sendiri yang malu.. adek ngerti kan maksud kakak ???
Aida        : iya kak…saya ngerti kok, kami akan lebih berlaku sopan lagi. Sebelumnya, makasih ya kak udah ngingetin ..
Kakak    : iya sama-sama. Yaudah sana, inget pesen kakak ya 
Aku        : iya kak….. , sambil jalan cepat aku meninggalkan kakak berkaos bola warna biru itu..

Huffftzzz……..
Serasa dapet gamparan petir (eh, samber’an dink…) sore hari. Ya Allah….ternyata, nilai sopan santun itu sudah mulai pudar.. sedih aku, sedih banget, sampe akhir pertandingan aja aku masih kepikiran…
Pelajaran yang sangat berharga yang udah aku dapatkan hari ini…Mulai saat itu, aku akan terus berusaha untuk tetap menjaga sikap dengan siapapun, dimanapun, dan kapanpun, beitupula, saat aku menyampaikan hal ini kepada teman-teman.. Alhamdulillah, temen-temenku sangatlah peka, mekipun tak semuanya. Tapi aku senang, karena mereka bisa menerimanya, dan berusaha untuk bersikap lebih baik lagi . Dan.. tim kami akhirnya memperoleh sertifikat dan tropy yang bertuliskan :

EXCELLENCE AWARD

Presented to

SOLLER FC (Solid of Liberty Futsal Club)

FOR THE SUCCESFUL COMPLETION OF
BEING THE FIRST WINNER OF PBI CUP 1
STAIN JURAI SIWO METRO 2012


Terimakasih ya teman-teman…


Sahabat Penaku…..
Tahukah kalian, mengapa etika itu perlu, dan sangat bersifat urgent ? ya.. etika itu bisa menjadi tolak ukur seseorang terhadap orang lain. Mumpung kita masih muda, ayo kita berlomba lomba untuk menjadikan diri kita sebagai pemuda dengan pribadi santun, selalu melakukan perbaikan diri, bersemangat dalam menjalankan aktifitas, mencetuskan prestasi, memiliki impian terbaik di masa depan,..kalau etika kita bagus, yakinlah, kalian akan dihargai oleh orang lain dimanapun kalian berada..

Sahabat yang ku sayangi..
Kalian adalah jiwa-jiwa yang memiliki potensi, kalian harus kembangkan itu..dan ingat, SOPAN SANTUN itu PENTING..


Salam persahabatan…
Salam santun…………….

 
Metro, 07 Oktober 2012

Almaida Aprianita Ade Ninggar^_^

Baca Selengkapnya ....

Petikan Sayang untuk Teman 2

Posted by Almaida A. Ade Ninggar 0 komentar



Dear  malaikat kecilku...

Assalammualaikum wr wb..

Hai dear, sekarang pukul 11.07 am, baru saja aku pulang dari kampus, cuaca di luar sedang hujan, tadi aku pun juga kehujanan..hehe. hm... sukses ujian hari ini, alhamdulillah aku selesai lebih cepat dan tepat. Semoga hasilnya nanti pun juga memuaskan. Setidaknya, mama dan ayahku bangga  ketika melihat transkip nilaiku nanti..
Oiya dear, hampir saja lupa, kalau aku ada janji sama kamu, aku ingin melanjutkan note-ku yang dulu itu. Oke langsung saja ya dear...

....................................................................................................................

Dear Ronald...

Semangatku di siang hari ini tak terkalahkan oleh cuaca yang sangat berbanding terbalik. . bagaimana denganmu kawanku ? semoga apa yang kau rasakan jauh lebih baik dari yang aku rasakan. Semoga saja. Aamiiin

Ronald, bagaimana kabarmu ? apakah perasaanmu masih sama seperti dulu ataukah sudah berubah ? kawan, sejauh mana kaki kita melangkah, tetaplah kau berada di jalanNya, jangan sampai kau ikut terjerumus dengan mereka yang jauh dariNya. Tapi, aku yakin, kau bisa menjaga dirimu sendiri, aku percaya kau baik-baik saja di luar sana, karena seringkali aku memperhatikan kamu di facebook, tapi maaf, aku tak bermaksud lain, hanya sekedar ingin tahu. Ronald, kamu memang teman yang baik, kamu telah mengajari aku tentang banyak hal, tapi, karena kamu juga, aku sering merasa tidak baik karena perasaanku kepadamu yang terbilang lebih. Maafkan aku Ronald, bukan maksud hati aku ingin menyalahkan kamu, tapi aku hanya merasa, seringkali kamu membuatku kesal tanpa kamu sadari. Yah, sekedar pencurahan hati saja, jangan difikirkan...

Kawan, mungkin seringkali kamu berfikir, kenapa aku tak berubah juga ? maafkan aku sekali lagi, perubahan itu tak terjadi seperti halnya kita membalikkan telapak tangan kita. Kita tak tau, apa yang akan terjadi hai ini, esok  atau  beberapa tahun lagi. Bisa jadi, aku atau salah 1 diantara kita pergi, entah apapun yang terjadi nanti, aku hanya ingin membuat hidupku berarti dengan rasa syukur yang aku miliki. Ronald, aku tak mengerti jalan fikiranmu, aku tak mengerti apa yang kau mau, aku tak mengerti, kenapa setiap kali aku mengingatmu, hanya penuh dengan tanda tanya tak jelas yang mengintari kepalaku. Aku pun bingung...
Ronald, teringat aku akan kebersamaan kita di masa lalu, nasehat-nasehatmu, laranganmu untuk ku memakan sesuatu yang nantinya dapat menimbulkan efek buruk, sampai motivasi-motivasi yang membuatku dapat bangkit ketika aku mulai terjatuh. Tentunya, Allah mengizinkan aku untuk dapat mengenalmu meski sekejab saja. Aku bukanlah aku yang dulu, aku juga tak akan bertahan menjadi buruk meskipun pada prosesnya, aku tersandung bahkan terjatuh karena bongkahan sebuah batu. 

Ronald, tak ingin aku menceritakan semua kesenangan semu yang pernah aku rasakan. Bagiku, yang aku rasakan, adalah apa yang aku simpan. Terimakasih karena kamu telah menjadi seseorang yang berarti untuk hidupku. Ya Allah, aku mencintaiMu, maka jangan sampai rasa cintaku kepadanya, jauh lebih besar dari rasa cintaku kepadamu.. Ya Allah, biarkan sekarang ini aku merasa tak memiliki cinta dari seorang laki-laki yang ku sayangi, asalkan nanti,  di waktu yang tepat, aku dapat meraih kembali cinta yang hilang untuk menujuMu, bersamanya, dia....siapapun dia yang terbaik untukku. Ya Allah, jagalah ia yang jauh disana, ingatkan ketika ia salah, tuntunlah ia ketika ia mulai kehilangan arah, jangan biarkan ia lengah dari tujuan awalnya ya Rabb.. aku menyayanginya, tapi Engkau jauh lebih sayang kepadanya, maka aku titipkan ia kepada Engkau ya Rabb...

Maaf, mungkin aku akan menghilang dari kehidupanmu, mulai saat ini, tak ingin lagi aku terlalu menyiksa diriku dengan sebuah anggan yang tak pasti. Ingin aku menikmati duniaku, dengan memetik hikmah dari sebuah peristiwa. Akan ku pegang semua yang pernah kau ajarkan untukku, tentang kebaikan, tanggung jawab, rasa sabar dan semua yang akan menjadi guide bagi hidupku. Kau tau kenapa aku ingin pergi dari kehidupanmu ? itu karena aku tak ingin membebani hidupku akan dirimu dan mereka. Aku seperti seotrang anak jalanan, yang sedang mengintai disela-sela tembok besar, kau dan teman-temanmu, berada di balik tembok itu, dengan segala jenis permainan ada disana, teman-temanmu yang banyak dan memperhtikanmu, mereka ada setiap kau butuh, mereka juga banyak yang menaruh perhatian lebih kepadamu, sedangkan aku, aku begitu berbeda, aku tak seperti mereka. Aku tak mau menjadikan diriku sakit karena harapan yang jauh dari kenyataan. Tak mungkin aku bersaing dengan mereka, tak mudah bagiku untuk menjadi seperti mereka, dan karena aku bukanlah mereka. Untuk itu, aku putuskan untuk pergi dari kehidupanmu, meskipun semua itu tak mudah, tapi aku akan terus berusaha. Aku dan kamu berbeda, dari perbedaan itulah aku sadar bahwa tak selamanya apa yang aku mau adalah tepat untukku, aku akan sibuk dengan diriku dan duniaku, bukan kamu dan duniamu dikala itu. Sebuah kata dari hati, ingin ku sampaikan, bahwa aku bukanlah seperti yang mereka kira, aku juga bukan seperti yang mereka tau. Hanya aku dan orang tertentu yang tau, bagaimana aku. 

Ronald, sudah saatnya aku pergi, aku tak akan menyusahkan kamu lagi, aku tak akan mengganggumu lagi, biarlah kamu menikmati duniamu sendiri, biarkan aku hidup dengan hatiku, aku bersama Allah, sang pemilik cinta, lupakan semua tentangmu. Jika suatu saat nanti takdir Allah berkata lain, apapun itu, itulah yang terbaik untukku. Sekarang, aku hanya ingin menjadikan hidupku berarti, terus berbuat baik, hingga tiba masaku nanti, saat aku menutup mataku untuk terakhir kalianya. Aku percaya, janji Allah itu nyata, janji Allah itu tak dapat diragukan lagi...

Kawan....
Mungkin aku akan diam terhadapmu, aku ta seperti dulu. Aku pamit.. aku akan melanjutkan hidupku, aku akan berjalan perlahan, cepat dan berlari. Jaga dirimu baik-baik Ronald, Insyaallah, hati ini akan kembali jika waktunya tepat dan atas izin dariNya. Mulai sekarang, abaikan aku, lupakan aku, karena mereka lebih menyayangimu... aku bukanlah siapa-siapa, pergilah bersama mereka,...
Ronald, aku menyayangimu karena Allah.......

Metro, 17 Januari 2013 

Salam santun,

Almaida Aprianita Ade Ninggar ^_^

Baca Selengkapnya ....

Petikan Sayang untuk Teman 1

Posted by Almaida A. Ade Ninggar 0 komentar



Dear malaikat kecilku...

Assalammualaikum sahabat, masihkah kau tersenyum pagi ini ? mensyukuri nikmat dan karunia Allah yang tak terkira, yang tak mungkin kita dapat menghitungnya ? alhamdulillah, pagi ini, sebelum aku berangkat ke kampus, aku sempatkan waktuku untuk menggoreskan perasaan ini kepada malaikat kecilku.. ya, dialah hati kecilku, yang tak pernah meninggalkan aku walau sedetikpun, hati kecil titipan dari Allah, terimakasih Ya Allah... 

Dear,..
Pagi ini mendung, hari ini masih ada ujian semester untuk mata kuliah Bahasa Indonesia. Dear, aku ingi bercerita tentang seseorang, dia temanku dari mulai aku TK (maybe..). ya, sebut saja dia Ronald, aku mengenalnya sedekat ini belum lama, mungkin 3 tahun belakangan ini. Ketika itu, aku masih duduk di bangku SD tepatnya kelas 6. Seringkali aku memperhatikan dia, bukan karena aku suka padanya, tapi aku heran dengan tingkahnya yang seringkali membuat onar, membuat ulah dan menjadikan teman-teman menjadi korban atas kenakalannya dikala itu. Ronald memang anak yang hyperactive, sampai-sampai, pernah aku dibuatnya menangis karena lagi-lagi ulah dia membuatku geram, marah, nanggis.. ya, mungkin menanggis itu senjata wanita.. dari kejadian itu, kebencianku kepadanya semakin menjadi-jadi. Kau, Ronald, entah mengapa dia membuatku ingin marah ketika melihatnya. Singkat cerita, ternyata kita sudah sama-sama lulus, kita liburan di pantai, saat itu dia mengenakan jaket dan celana jeans pendek, dengan headset di kepalanya. Sepanjang perjalanan, banyak teman-temanku yang berkomentar “Aida, Aida, Ronald itu cakep ya, keren lagi, mau aku jadi pacar dia!” yaa, gurauan anak-anak SD dikala itu. Dalam hati, aku bergumam, “apanya yang cakep, apanya yang keren ? kalau dia sendiri ngga bisa jaga perasaan seorang wanita, nyakitin, usil, apa yang dia mau ?”

3 bulan kemudian...
Ronald dan aku beda SMP. Dia di SMPN 1 sedangkan aku masuk di SMP swasta. Dari mulai itulah, aku semakin menguatkan argumenku tentang di yang seorang “PLAYBOY”. Ya, dari beberapa sumber temanku yang satu sekolah dengan Ronald, mereka mengatakan hal yang serupa. Ckckck. Semakin aku me-JUDGE dia sebagai cowok yang tidak baik..!
Tapi, rasa benci itu perlahan hilang dengan sendirinya, mungkin karena aku sudah tak pernah lagi tau tentangnya, menutup rapat-rapat hatiku karena dia begitu menyebalkan dilaka itu. Dia mulai baik padaku, ya....hanya sementara..

Dear....
Ronald masuk SMAN 1 K.G, dan aku masuk SMAN 1 N. Daerah kita lumayan jauh, sudah tak lagi aku mengingat dia dan segala tentangnya. Awal aku kelas 2, tiba-tiba dia hadir tanpa aku duga sebelumnya, dia datang dengan cara yang tak ku suka, menipu aku lewat teror dia lewat sms dan telfon. Sungguh diluar dugaanku saat itu. Sedikit menyebalkan!
Hubunganku dengannya berangsur membaik, mungkin karena dia juga sudah sedikit demi sedikit meninggalkan masa lalunya itu.. aku senang berteman dengannya, Ronald, orang yang dulu aku benci, Ronald yang sekarang ku kagumi.. memang berbanding terbalik. Dia memberikan aku suport setiap waktu, dia menguatkan aku ketika aku jatuh, dia mengajari aku lebih tentag cara untuk bersyukur. Dia orang yang baik. Tak heran jika banyak teman wanita yang menyukainya, dari kakak kelas, sampai adik kelas pun demikian. Terkadang tu membuatku cemburu, tapi sekali lagi aku tegaskan kepada hatiku “kau ini siapa Aida? Kau bukanlah miliknya, kau juga bukan teman istimewanya, kau hanya teman biasa, dia baik kepadamu, karena dia memang baik, dia melakukan kebaikan itu kepada semua teman-temannya. Sifatnya lembut, penyayang, ramah dan lainnya..... indah.

Dear...
Sedikit kisah masa laluku dengan Ronald..
Ingin aku mengajak hatinya berbicara, dengarkan hatiku...kau akan bertemu dengan temanmu.. ^_^

Dear Ronald,
......................................................................................................................................
Dear, maaf waktu menunjukan pukul 09.00 am, aku mau siap-siap ke kampus ya, tunggu lanjutan kisah selanjutnya lain waktu. Secepatnya ingin aku share, karena waktuku tak lama...
Dear, tetapkan hatimu pada cinta sejatimu, cinta kepada Rabbmu, itulah cinta haqiqi, jika kau ingin mendapatkan cinta seorang makhluk, maka dapatkanlah cinta pemilik makhluk, karena lewat Ia lah, kau akan mendapatkan cinta makhluk, siapapun dia...

Salam santun,

Merto, 01  Januari 2013
Almaida Aprianita Ade Ninggar ^_^                              


Baca Selengkapnya ....
Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Catatan Hati .