FRIENDSHIP IS NEVER DIE

Posted by Almaida A. Ade Ninggar Kamis, 19 Desember 2013 0 komentar




Assalammualaikum wr wb ^_^

Bismillahirrohmanirrahim..
Selamat pagi jiwa-jiwa yang senantiasa bersyukur dimanapun berada J.  Dee, dalam postingan kali ini, sengaja aku ingin mencurahkan isi hati tentang persahabatan. Ya, tentunya sahabat terbaikku Safitri J, terimakasih untuk semua kebaikan mu sahabatku.
Sahabat adalah cinta. Sahabat adalah ketulusan. Sahabat adalah cerminan diri. Sahabat adalah awal dari banyak hal besar. Untuk mengawali catatan sederhanaku ini, ingin ku sapa salam terbaik untuk sahabatku, Safitri. Teriring doa untuk sahabat tercinta yang jauh disana, semoga Allah senantiasa menjaga dan mengistiqomahkanmu dimanapun engkau berada. Aamin.
Hi Safitri, sedang apa kamu? Mungkinkah sedang berorasi atau negosiasi? Hehe :D. Entah mengapa aku ingin sekali kenangan kita akan terus terkenang sampai kapanpun. Awal kisah, bermula dari pertemuan ku dan sahabatku di sebuah kelas baru, XI IPS 3 SMAN 1 NATAR. Pertama kali aku kenal dia, orangnya biasa aja, berantakan kadang-kadang, ngga cewe banget, kerjaannya telaaaaaaaat melulu -_-. Sampai-sampai aku heran, ini anak rumahnya di mana atau bangunnya jam berapa? :D. Ketika kelas XI, kami ngga begitu dekat, biasa aja. Tapi semua itu berawal ketika kelas XI udah mau berakhir. Aku mulai dekat dengannya.
Sahabatku satu ini orangnya susah move on, dari SMP-SMA bahkan ketika awal masuk universitas, tetep aja yang di inget 1 nama. Ya, Khairul Anwar :D. Sebut saja kak Irul. Tiap hari aku dengerin cerita dia soal kak Irul, sampe-sampe aku ngerasa, aku deket sama Safitri udah dari SMP, abisnya dia cerita detail banget hehe. Tapi ngga Cuma itu kok, oya Saf, gimana sama kakak tingkat yang dulu kamu pernah ngefans. Kak Novian Tri Sadewa contohnya, salah satu tim basket SMA ku :D. Ah...sepertinya kalau sama yang ini ngga bertahan lama, lagi-lagi tetep kalah sama sosok Irul. Ciuss ini mah ^_^. 
Next, waktu terus berlalu, kenanganku dengannya tak pernah habis. Ingatkah kawan, satu hal yang membuatku ingin terus bertemu denganmu di sekolah, karena kita selalu bertukar mimpi J. Yaa, bertukar mimpi, tentang seseorang. Safitri... sahabatku ini adalah orang yang telah merubah mindset-ku. Dari yang suka negative thinking jadi positif thinking. Mungkin karena kebersamaan kita setiap hari, dari pagi hingga sore hari. Sikapnya yang simple dan cuek, membuatku belajar untuk lebih bersabar ketika menghadapi manusia tipe-tipe kaya gini. Susah ditebak. Tapi taukah kamu, yang buat aku semakin kagum dengan sahabatku ini ialah ketika ia menghargai sahabatnya berbicara. Dengan antusias dia mendengar apa yang aku bicarakan dan tentunya itu membuatku semakin bahagia karena ada yang mendengarkan ketika aku berbicara. Dulu, aku sangat pasif, tapi karena dia, aku belajar banyak hal. Tapi ditengah-tengah keakraban itu, pernah terjadi sebuah konflik besar. Yang dulunya sahabat, malah jadi rival dan pastinya itu membuatku shock sekali. Awal masalah ketika ada seleksi SNMPTN jalur undangan, aku dan dia memilih jurusan yang sama dengan universitas yang sama. Entah salah siapa, tapi yang jelas jika alasan dari aku dan dia disatukan, tak pernah ketemu apa solusinya. Di kelas, kami duduk terpisah. Yang awalnya kita selalu bersebelahan, aku di pojok kanan depan, dia di pojok kiri belakang, frontal memang. Tapi itulah kami. Setiap hari aku berangkat sekolah dengan hati yang teramat berat. Tak ingin ke sekolah, karena tak punya sahabat. Tak ada teman berbagi, tak ada teman tertawa. Di rumah, aku menangis, ingin rasanya meminta maaf tapi tak ada keberanian karena permintaan maafku yang pertama telah ditolaknya. Sejak saat itu, aku terus memperbaiki hubungan dengan Allah, karena kata murabbi-ku, ketika kita memperbaiki hubungan dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hunbungan dengan sesama manusia. Tapi tak lupa juga ikhtiarnya, tawakalnya. Ketika itu aku sudah mulai menyerah. Sampai pada suatu pagi, Allah menjawab doaku J. Tiba-tiba Safitri datang dan meminta maaf padaku. Aku senang, senang sekali. Aku tidak pernah menyesali adanya perselisihan ini, karena dengan inilah aku bisa mengerti arti penting dan berharganya  seorang sahabat dalam hidup kita J.  Sejak saat itu, hubungan kita semakin dekat, aku semakin mengenalnya J.
Dulu, dia adalah teman yang menyenangkan, sampai sekarang. Aku ingat, dia adalah satu-satunya teman yang selalu menemaniku ke mushola sekolah untuk sholat dhuha, tapi sayangnya dia selalu nunggu di luar, ngga ikut sholat juga. Oh Safitri J. Tapi aku berharap, perilaku dia yang ini jangan diteruskan sampai sekarang yaaa hehe. Peace
Ada beberapa hal yang buat aku terkadang sangat merindukannya. Rindu  dengan sebuah planing yang besar, angan-angan tinggi, imanijasi kemana-mana :D. Apalagi ketika berhadapan dengan mata pelajaran yang jelas-jelas membosankan. Jujur, kalau aku lebih sering tertidur ketika mata pelajaran matematika, karena aku memang sangat tidak menyukainya -_-‘’. Dan pastinya dia yang suka nyubit kalau ngga ngebangunin pas waktu aku bener-bener ketiduran.. thankss yaa :D. Selain itu, pernah kita buat planing anggaran/eh bukan :D, planing masa depan lebih tepatnya. Cita-cita dia yang masih aku ingat sampe sekarang yaitu punya restaurant buat Baby hehehe, aamiin ntar kalau aku punya baby, gratis yaaa hahaha. Ketika jam makan siang nih, komplainnya pasti keluar “Anitaaaa, kangkung lagi, kangkung lagi, pantes kamu ngantukan” :D sumpah, kalo ngomong itu lho… “ya gimana, ini kan sayur favorit gue :p” Ngga Cuma sampai disitu, kekonyolan kita berdua. Saf, inget ngga kamu waktu di kelas, kalau udah mulai abis dzuhur ya, depan kelas kita sejuk banget, intinya udah males belajar kan? Hehe. Waktu itu kita selalu berangan, ketika aku mulai ngantuk, Safitri bilang “An, ada Eris depan pintu, nungguin elo, semangat geh, tuh kata dia elo harus semangat belajarnya” haha seketika itu aku semangat lagi wkwkwkw :D. Terus, aku bales deh dia “Saf, ditungguin?” “Siapa?” “om Irul” hahahaha, mulailah imajinasi kita, layaknya spongebob dan patrick, dua sejoli yang hebat dalam berimajinasi :D.
Cerita berikutnya, suatu hari aku sama dia dating ke acara Try Out dari mahasiswa ITB di GSG UNILA, pagi itu, aku sama Safitri dan Eris. Ceritanya sih, Safitri ketemu sama cowok keceee banget. Siapakah dia? Hehehe. Ya, ternyata Andung Pardila, tepatnya dia itu temen sekelas Eris :D. sejak itu dia kepooooo banget sama Andung. Upss..^_^ salam yaa buat Andung dari Safitri J.
Yang masih diinget banget, soal kegilaan kawan ku satu itu ketika aku disuruh inbox FB om Irul hehe. Masih inget ngga kamu? Ckckckckc, yuk geleng kepalaaa.
Inget hari terakhir kami sekolah, aku sama dia mampir ke MM (Millenium Mall) yang ngga jauh-jauh amat dari sekolah. Karena belum lewat jam 1, anak berseragam ngga boleh masuk di lantai dasar, padahal pengen beli makanan ringan L. Akhirnya kita ke lantai atas, ceritanya liat-liat boneka, liat-liat tas, liat-liat baju. Judulnya liat-liat aja atau istilah kerennya windows shoping :D. hehehe. Setelah itu, aku cari gantungan kunci warna pink putih, lucu, untuk motor Jupiter warna biru. Tetep ditemani safitri, trus kepikiran deh buat beli gelang warna pink untuk aku 1, safitri 1. Entah masih ada apa ngga itu barang :D hehe. Capek jalan terus dari tadi, kita duduk di tangga deket time zone, mau maen kok males, akhirnya kita cerita-cerita, seperti biasa J. Tapi kali ini suasananya berbeda, ketika itu aku dan dia akan jarang bertemu, tidak ada kelas tempat kita belajar maupun duduk bersebelahan. Safitri bilang “ini hari terakhir kita kaya gini ya? Besok-besok kita ngga bisa main kaya gini lagi, kamu jangan lupa contect aku yaa” wah….siang yang sendu…sekali. J
Itu dulu…….
Perpisahan ini berawal ketika aku memutuskan untuk berbeda kampus dengan dia. Aku tidak meneruskan daftaranku di UNILA yang tinggal selangkah lagi. Entah mengapa feel ku sangat kuat dan aku memutuskan untuk meninggalkan kampus impian dan memilih kampus yang lebih dekat dengan rumah mama. Mungkin itulah jalan kita J. Safitri yang sekarang sudah banyak berubah “sisi positif” maksudnya hehe. Aku benar-benar bisa melihat ia telah mendapatkan apa yang disebut “soul”. Semangat, optimis, selalu ceria, dan yang baru nih, penampilannya sudah mencerminkan kalau dia cewek sejati. Yayayayay :D hehe. Salut deh punya kawan seperti dia, kalau tiap hari aku sama dia, mungkin hari-hariku akan jauh lebih baik. J tapi rencana Allah lain, Allah membiarkan aku sendiri tanpa orang-orang yang aku sayang. Mereka yang selalu memotivasi aku selama ini, mereka jauh-jauh sekali. Aku seperti terdampar di sebuah pulau yang tak berpenghuni. Tanpa mereka, teman dan sahabat-sahabatku. Yang terasa kehilangan sekali yaaa sama Eris dan Safitri. Mereka ibarat charger-ku, dimana mereka-merekalah yang paling dekat denganku. Semua hal J. Allah membiarkan aku sendiri disini untuk dapat belajar menjalani hidup tanpa mereka. Awalnya memang terasa sangat berat, berat sekali…. L. Tapi aku ngga boleh nyerah dengan keadaan, akupun bisa bertahan tanpa mereka. Dengan segala pengalaman yang telah aku dapat dari dua sahabatku ketika kita bersama.
Safitri,
Terimakasih karena kalian telah mengisi separuh dari hidupku, memberikan warna yang begitu menakjubkan, menggores tinta emas dan melukai pun pernah. Tapi aku sangat bersyukur dengan itu semua. Ketika aku tidak merasakan pahit manisnya bersama kalian, aku yakin rasa sayangku terhadap kalian tidak akan sedalam ini. You are the best in my heart, maaf jika selama ini aku sering buat kesalahan, baik yang disengaja atau tidak. Aku benar-benar minta maaf. Terimaksih atas bimbingannya yaaaaa….
Safitri…
Tetep berusaha untuk jadi yang terbaik, di dunia maupun di akhirat kelak, doaku selalu untukmu, untuk kesuksesanmu, untuk keistiqomahanmu. Meskipun disini aku tertatih melawan arus, aku tak akan pernah pasrah dengan keadaan, aku akan mempertahankan kebaikan yang telah aku miliki dan menjaganya serta menjadikan diri ini semakin baik. Kamu juga lakukan yang terbaik untuk dirimu dan orang lain disana.
Sayang Safitri selamanya, last love forever J

Metro, December 18, 2013
Salam santun
Almaida A. Ade Ninggar


Baca Selengkapnya ....

Serpihan Asa yang Terajut Indah :)

Posted by Almaida A. Ade Ninggar 0 komentar


Untuk ayah tercinta..

Assalammualaikum ayah J, doa dan harapku untuk ayah disana, ayah selalu dalam keadaan dimana ayah ditemani malaikat-malaikat Allah yang akan menjaga ayah sampai waktunya tiba ketika ananda menyusul ayah, dan ayah tak akan kesepian lagi J.

Ayah, dari sudut kamar ini ananda menyampaikan pesan yang tak lain dari hati ananda untuk ayah. Pesan yang belum sempat terucap, pesan yang belum sempat tersampaikan, pesan yang belum sempat ayah ketahui, bukan?” ayah...sampai detik ini, ananda masih sangat merindukan ayah yang dulu, seseorang yang mirip denganku sekarang, seseorang yang sangat ananda sayang, selamanya dan tak kan pernah terganti. Ayah, meskipun pertemuan kita di dunia ini amatlah singkat, tapi rasa sayang ini tidak sesingkat masa dimana ayah dan ananda terpisah oleh ruang dan waktu untuk selamanya.

Ketika ananda berusia 9 tahun, dimana itu adalah tahun terakhir ananda dapat merasakan manja seorang anak kepada ayahnya, seolah tak ingin berpisah dan tak ingin tergantikan. Ayah, ananda begitu sedih, ketika ananda menyadari bahwa ayah telah jauh disana, dan pastinya ayah tak akan kembali ke rumah, kalaupun ayah kembali, ananda tak bisa melihat ayah seperti sediakala. Bagaimana dengan janji-janji ananda yang belum sempat ananda penuhi?, bagaimana dengan harapan-harapan ayah yang belum sempat ayah ungkapkan? Akankah kedua hal tersebut dapat dipertemukan, sehingga ananda pasti akan melakukan semua itu dengan penuh perjuangan atas izin Allah. Ayah, tidakkah ayah mendengar jelas rintihan hati seorang anak yang teramat sangat mencintai ayahnya? Ditengah keheningan malam, dengan sedikit sorot lampu yang redup, seorang gadis yang teramat rapuh, bersimpuh di atas sajadah biru muda, menegadahkan kedua tangan seraya berdoa dan memohon kepada yang Maha Kasih, agar senantiasa ia dan keluarga diberi keberlimpahan cinta dan kasihNya. Allah, tiada artinya hamba tanpa kasihMu, tiada artinya hamba disini ketika Engkau memang tidak memiliki rencana yang begitu indah yang telah Engkau persiapkan untuk hamba J.
Ayah, ananda mencintaimu karena Allah. Karena Allah juga begitu mencintaimu. Biarkan disini anada mempersiapkan rumah terindah untuk kita tinggali bersama, bersama pula ibu dan adik, di akhirat kelak. Ketika ananda akan mewujudkan keinginan hati setiap orang tua, terutama ayah, izinkan ananda untuk belajar menjadi insan yang shalihah, yang akhirnya nanti akan menjadi kebangaan ayah dan ibu di hadapan Sang Khaliq. Meskipun dalam masa menuju itu, tak ada yang tau apa yang akan terjadi, mungkinkah ananda akan berhasil mewujudkan cita-cita itu, atau ananda akan pergi mendahului ibu dan adik untuk menemui ayah disana. Wallahu’alam.
Kematian adalah pintu gerbang pemisah ke dua setelah alam rahim, dimana seseorang akan mendiami suatu tempat yang teramat asing. Tempat dimana orang lain pun akan berada disana, hanya masalah waktu, jauh dekatnya tak akan menjadi masalah, yang akan menjadi masalah besar ialah ketika perbekalan kita tidak cukup untuk melakukan perjalan yang teramat panjang dan melelahkan itu. J
Ayah, ananda belajar semua ini dari universitas kehidupan, dimana tidak semua orang dapat memahami hakikat untuk apa kita diciptakan Allah di muka bumi ini. Ilmu kehidupan yang terkadang begitu keras dan mengerikan bagaikan tebing-tebing terjal, terkadang sangat menakutkan seperti amukan ombak yang seolah akan menelan seluruh permukaan bumi, dan terkadang pula terlihat begitu nyaman dan menenangkan seperti ketika kita melihat hamparan rumput nan hijau sejauh mata memandang, perlahan kita susuri keindahan itu, dan kite temukan sebuah kesejukan yang amat luar biasa, yang tak satu molekul atom pun terbayang dalam benak kita, apa yang ada dihadapan, air terjun syurga dengan wewangiannya, seolah membuat hati seorang insan hanya menatap tanpa berfikir “siapa dan bagaimana ini bisa terjadi?” namun, tidak kah kalian merenungi apa-apa makna dari semua yang pernah kalian alami? Itulah kehidupan, bacalah dan pahami setiap aspek yang pernah singgah kepada kita. Apakah itu suatu ujian? Apakah itu suatu azab? Ataukah itu sebuah kenikmatan yang kita sendiri tanpa sadar telah mengkufurinya?
Ayah.. tak mengapa ananda disini tanpa ayah, mungkin awalnya ananda berfikiran bahwa Allah tidaklah adil, Allah telah memanggil ayah ketika ayah-ayah teman ananda masih bisa mengantarkan mereka ke gerbang sekolah, yang selalu menjanjikan mereka hadiah tatkala mereka meperoleh penghargaan dari sekolah. Tapi ayah tenang saja dari dulu ananda akan tetap menjadi yang terbaik untuk ayah dan ibu, baik itu di rumah atau di sekolah. Ananda jadi teringat, ketika ananda kelas 5 semester 2, hari itu pembagian rapor, hari dimana seluruh siswa merasa cemas. Di aula itu, ananda mengenakan seragam merah putih, berdasi, dengan dua ikat rambut dengan pita merah. Polos sekali. Terlihat ibu di barisan kursi ke 3 dari belakang. Menunggu dengan penuh harap ketika nama putrinya akan dipanggil kembali di semester ini. Alhamdulillah, akhirnya ananda bisa meraih juara umum seperti biasanya, namun ananda begitu sedih, karena dua teman ananda, didampingi ayah mereka, dan pada saat itu, ibu guru pun memanggil nama ayah sebagai wali ananda. Di depan khalayak, ananda sangat berharap ayah datang dari tengah-tengah barisan, meghampiri ananda dan mencium kening seraya berkata “aida putri terbaik ayah, pertahankan”. Seketika berderai air mata ini, ibu juga demikian, tapi ibu jauh terlihat tegar daripada ananda pada saat itu.      

Takdir Allah tak ada yang bisa menghalagi, biarpun seluruh umat di muka bumi memohon. J Sebagai insan yang bertaqwa, cukuplah Allah yang mengetahui takdir terbaik apa yang akan Allah tetapkan kepada kita semua. Dalam masa yang cukup sulit, Allah yang mengajarkan ananda, bagaimana memaknai kesedihan dengan keindahan firmanNya, dengan seluruh keindahan takdirNya, melalui tangan-tangan malaikat yang seolah diulurkan untuk menjemput ananda dari kesedihan yang teramat dalam ini. Ayah tersayang, tetaplah tersenyum J, karena ananda disini menjadi wakil ayah, menjaga ibu dan adik yang belum pernah ayah lihat sebelumnya, ayah telah pergi ketika adik belum sempat berganti ke dunia. Adik sangat menyayangi ayah meskipun ia tak pernah melihat atau merasakan kasih sayang dari ayah secara langsung.
Di penghujung sapaan ini, ananda berharap ananda dapat selalu menjadi yang terbaik untuk ayah dan ibu, sampai akhirnya nanti ananda akan menjadi bidadari syurga sebagaimana janji Allah kepada umatNya yang bertaqwa. Aamiin J

Salam santun,
Almaida A. Ade Ninggar


Baca Selengkapnya ....

God Always Listens And Understands

Posted by Almaida A. Ade Ninggar Jumat, 29 November 2013 0 komentar



Dear Diary,
Sahabat, bagaimana kabarmu disana? Semoga tetap dalam naungan rahmatNya, aamiin. Dee, hari ini ceritanya Aida pulang ke rumah ibu, karena sudah lama Aida tidak pulang, memanfaatkan waktu libur meskipun satu hari. Saat Aida pulang, Aida merasa ada hal yang menurutku itu “aneh” entah itu perasaanku saja atau memang itu nyata.
Senang sekali ketika pulang bisa bertemu ibu, adik dan ayahku. Hari ini ibu dan Aida hadir di acara peringatan tahun baru hijriah, senang sekali bisa datang dan menyaksikan beberapa cabang perlomban, seperti hafalan juz ama untuk tingkat SD, lomba adzan, wudhu, sholat, membaca al-Qur’an bahkan ada lomba LCT untuk ibu-ibu, bisa kebayang kan bagaimana serunya, hehe. Nayla Liza, adikku tersayang mengikuti lomba hafalan juz amma, semoga menang ya hehe soalnya pengumumannya masih minggu depan bertepatan dengan acara pengajian akbar di desaku.
Dee, awal tadi pembukaan saja, mungkin agak ngga nyambung dengan apa yang mau Aida tuangkan di blog ini,  tapi memang Aida merasa berat untuk memulainya. Bagaimana? Yaa, seberat perasaanku saat ini. Ini kali pertama Aida bercerita tentang seorang “laki-laki” sama ibu dan ayah. Masih ingatkah dengan sosok “Ronald”? di episode yang lalu? Yang ceritanya pun pernah aku tulis di blog ini? Dimana ia adaah seseorang yang bisa dibilang sangat “mempengaruhi” diriku? Aku kaget, kaget sekali ketika ayah bertanya padaku, “ada hubungan apa sama Ronald?” aku senyum...... lalu aku kembali bertanya “kenapa ayah baru tanya sekarang? Itu kan udah lama banget, setahun lebih bahkan?” aneh... kenapa mereka baru bertanya padaku sekarang. Hm........ayah bicara panjang lebar, bukan memarahiku  karena aku dekat dengan laki-laki, tapi ayah begitu bijaksananya, ayah tau kalau aku udah dewasa, kata-kata ayah pun membuatku berfikir dalam, dalam sekali. Singkat kata, begini penjelasanku “ibu sama ayah mau aku jawabnya jujur apa bohong?” hehe agak sedikit usil. “ibu, ayah, aku sama Ronald ngga pacaran kok, bener! Jujur, awal dekat dengannya lebih karena faktor “komunikasi” yang sering dan kedekatan ketika sering bertemu di salah satu univesitas negeri di Lampung masa SMA dulu. Awalnya, aku ngga ada perasaan apa-apa kok yah, Cuma sebatas teman atau “kakak” aja, tapi aku ngga tau kenapa perasaan  ini bisa berubah menjadi “sayang”. Tapi, dari awal aku memang ngga mau pacaran. Sejak dia ke Bandung, kita ngga pernah contec’an lagi kok, meskipun pernah itupun karena dia atau aku ulang tahun, yah pastinya setahun sekali, seperti bulan lalu, tanggal 20 aku sms dia buat ucapin selamat milad, itupun aku minta no dulu sama temen SMA dia. Ayah, Ibu, Aida sama Ronal ngga pacaran karena kita merasa bahwa semua itu ngga ada gunanya yah. Aida juga ngga berani buat berharap lebih sama Ronald, ayah tau kenapa? Karena Aida ngga mau mendahului takdir Allah, seperti kata Ibu, bahwa jodoh, maut, rezeki sudah Allah yang mengatur, kita sebagai hambaNya hanya bisa berdoa, berikhtiar agar kita mampu mnggapai semua hal yang baik. Meskipun dulu sampai sekarang Aida ngga bisa lupain perasaan sayang ini, tapi Aida tidak mau berlebihan, semua hal yag berlebihan itu tidak baik. Mungkin dulu Aida belum sadar dengan apa yang Aida lakukan, Aida sering main dengan dia, dst. Tapi yah, Aida hanya tidak mau menjadi seperti teman-teman Aida di luar sana, masa mudanya hanya untuk hura-hura, kalaupun kuliah, hanya formalitas, dan itu contohnya sudah banyak Aida temui, tentunya Ayah dan Ibu ngga mau kan Aida seperti mereka? Ibu, Ayah, masa muda ini Aida ingin terus menuntut ilmu, belajar tentang banyak hal, menjadi insan yang bermanfaat untuk orang lain, Aida juga masih memiliki cita-cita tinggi, kalaupun terkadang Aida merasa “down, love, GALAU” maybe, yaaa itu memang hal-hal yang wajar. Karena Aida tau, usia kita siapa yang tau, bisa jadi, ketika Aida belum lulus kuliah, atau sesudahnya, Aida dipnggil Allah untuk menemani alm.papa, siapa yang tau, kalau masa muda hanya  untuk pacaran dan hal yang gak penting lainnya, apa yang akan Aida bawa?” sekilas itu obrolanku dengan ke dua orang tuaku.
Dee, entahlah aku harus bicara bagaimana lagi, hari ini benar-benar membuatku galau, perasaan yang sangat tidak nyaman, sepanjang jalan menuju asrama tempat aku tinggal pun perasaan ini masih saja mengganjal. Aku berdzikir sepanjang jalan, berharap rasa “aneh” ini cepat hilang dari ingatan, merasa seperti mengingat hal-hal yang sudah lama dan perlahan aku lupakan. Ya Allah, jaga hati hamba, labuhkan cinta hamba hanya kepada seseorang yang melabuhkan rasa cintaNya hanya kepada Engkau. Aamiin
Jujur, hanya Ronald satu-satunya “teman laki-laki” yang aku bercerita tentangnya kepada ayah dan ibu, dan ini pun kali pertamanya,.. ayah  dan ibu senang jika memang benar aku dekat dengannya, tapi aku belum siap menjadikan atau “men-judge” bahwa dia orangnya, bukan  berarti aku negatif thingking, bukan berarti aku pasrah, juga bukan bererti aku tidak mengharapkan L , terlebih karena aku sandarkan semuanya kepada Allah, hanya Allah, bukan yang lain :‘(.
Tapi aku yakin, waktu akan menjawabnya, dan selama penantian “siapa dia” aku akan terus melakukan perbaikan pribadi, berdoa, ikhtiar, lakukan yang terbaik, yakin mendapatkan yang terbaik pula, karena pada dasarnya Allah memberikan sesuatu yang terbaik untuk hambanya. Hanya saja, terkadang kita yang membuat dan memandang bahwa itu tidak baik. Ya..sudah dulu  share hari ini, insyaallah masih ada hari-hari lain dengan kisah yang jauh lebih menarik dan menurutku semua itu menarik. “I can smile again”
Metro, 05 November 2013

Salam santun,
Almaida

Baca Selengkapnya ....

ini cerita gue, mana cerita lo? :)

Posted by Almaida A. Ade Ninggar 1 komentar



Hi, nama gue Alda, usia gue 19 tahun. Gue mahasiswi sastra Inggris di sebuah universitas. Kata orang, gue itu orangnya jutek, tapi agak ramah “dikit” ya... itu persepsi orang yang baru pertama kenal atau mungkin ketemu sama gue, trus pas mood gue juga lagi ngga ok. Biasanya sih begitu, hehe.
Alright, lanjutin kisah perjalanan asmara atau bisa dibilang “iseng-iseng” whatt???? Haha... ngga kok, becanda. Gue punya seseorang yang gue sayang sampai saat ini, namanya Ronald. Tapi, gue udah lost contact sekitar dua tahun yang lalu. Entah bagaimana kabarnya sekarang, gue ngga tau. Yang jelas gue berharap semua yang terbaik buat dia. Aamiin J
Awal cerita gue masuk di kampus tercinta ini... awalnya ngga cinta, sangat ngga cinta. Jujur ini mah. Tapi... lambat laun, cinta ini ada, untuk Kampus. :D
Sastra Inggris, suatu pilihan diluar dugaan yang akhirnya gue harus ngejalaninnya. So what, keep motivated. Teringat ketika semester satu, gue naksir sama kakak tingkat, namanya kak Adi. Dia ketua UKM English Club di kampus. Pertama ketemu dia, wow “subhanallah” gue tertarik banget sama dia, ibarat dia punya magnet yang sangat kuat “ahahahaha”. Berkacamata, pinter, manis, meskipun ngga ganteng kaya cowo pasaran (peace>.<). Mungkin karena dia type-gue, makanya gue interest sama dia. Hihi. Waktu gue naksir sama kak Adi, gue ikutin semua gerak-gerik dia, add facebook-nya, tweeternya, dan terakhir no handphone dia yang pertaa kali aku hubungin sekitar 2 bulan lalu. Sebelum gue gabung di EC, gue pernah “titip” ucapan selamat ulang tahun lewat kak Azmi, kakak tingkat gue waktu di SMA dulu. Waktu itu, tanggalnya sih bener, bulannya “salah” hehehe. Malu? Absolutely brayyy :D ckakaka. Tapi gapapa, anggap aja kak Adi udah lupa. Terus, gue coba cari tau tentang dia, dan ternyata dia sudah punya “girlfriend” namanya Lili kakak tingkat semester 3. Euuuh... :D. Yaaa, lumayan lama ketika gue naksir sama kak Adi. Sampai akhirnya gue masuk UKM EC dan tau banget tentang kak Adi. OMG.... teryata kak Adi itu kocak, gokil beuuud haha, awalnya gue liat orangya “stay cool”. But, ngga masalah itu wajar. Kalau inget kak Adi, dulu jadi inget Afgan Syahreza.. cie-cie :D. Tapi sampe sekarang, jujur gue masih naksir sama kak Adi, tapi ngga kaya dulu, lebih “dikit” dari dulu. Gue seneng punya inspirator, kayak kak Adi contohnya, dia seorang pencinta karya sastra, Kahlil Gibran absolutely J. Dari situ, sue belajar untuk jadi yang terbaik. Setidaknya gue buat warna dalam hidup gue, karena gue ngerasa hidup gue terlalu flat, ngga fluktuatif.
Guys, selain kak Adi, pernah juga gue nge-fans sama kak Febri, anak BEM, EC juga. Hehe. Lagi-lagi, gue memang suka sama cowok “pinter”, tapi itu ngga bertahan lama, karena kak Febri juga udah punya pacar, Sukma namaya, teman satu kelas. Heran... semua cowok di kampus ini yang pernah gue suka udah pada punya pacar, kata temen gue siih, kalau Cuma sekedar ngefans sih ngga apa-apa, ibarat kata, “pengen trus mantengin buah mangga mateng di kebun tetangga” hehe ngaco aja. J
Jujur, gue ngefans sama seseorang bukan ada niat untuk bisa jadi pacar atau apalah itu namanya. “basi” or “expired” gue ngga pernah setuju sama yang namanya pacaran. Sumpah gue pening setiap kali temen-temen gue curhat tentang pacarnya atau yang lainnya, -_-‘. Tapi gue tetep menghargai mereka, mungkin mereka baru menemui masa seperti ini sekarang, mungkin :D. Ngga kaya gue, sudah jauh-jauhlah dari hidup gue.  Bagi gue, ketika kita mengagumi seseorang, sebuah energi positif akan muncul dan akhirnya membuat  kita bersemangat menjalani hari-hari. Mengagumi bukan berarti ‘ngarep’ buat bisa miliki si doi. ‘alright :D. Jadi inget kata-kata kak Adit, kakak tingkat semester 9 sekarang lewat jejaring sosial hihi.
 Hidup gue simple, se-simple gue menjalaninya. Tapi tidak untuk urusan “BELAJAR” so pasti untuk hal ini gag ada kata “simple” harus totalitas. Gue memang agak perfectionist mengenai hal satu ini. So what jika seseorang bilang gue “sok rajin” njiiiir “put over the head” masuk kuping kanan, keluar kuping kiri :p. Lanjut... mungkin itu sebagian kisah gue di semester 1, yang masih norak-noraknya *maybe :D.
Alright di semester 2 ini gue juga punya cerita yang ngga pernah habis selama gue masih ada disini. Awalnya gue deket sama kakak tingkat lagi, waktu itu dia semester 4, namanya kak Bagus. Hehe, lagi-lagi dia anak EC, bertambah deh list orang-orang yang gue kagumi.. cie-cie :D sssst. Dia smart, tapi sayang banyak banget cewe-cewe yang ngefans sama dia, apa gue salah kalau gue ngefans sama orang ‘model’ begituan..wajar, dia cakep, pinter, dancer pula haha? let it be, kembali ke pasal pertama bahwa gue dket sama seseorang bukan untuk ‘ngarep’ atau ngerasa di ‘PHP’-in :D, lebih mulia dari itu absolutely. Tapi kalau ditelisik, sepertinya gue ngerasa ada yang aneh sama gue. Tau kenapa? Yaaa, kenapa gue bisa deket sama orang-orang itu? Awalnya hanya dari ngefans, trus jadi akrab, secara ngga langsung, Allah udah mengabulkan keinginan dari dalam hati gue kalo gue pengen menjalin sebuah “brotherhood” just like that. So, gue bisa kan? Simple sekali. Sebuah kebahagiaan karena bisa mengenal dekat sosok-sosok yang ‘pernah’ menginspirasi. Padahal kalau difikir, who am I? Temen-temen gue pada nanya, ‘pake cara apa elo bisa deket dan akrab sama kakak itu?’ kebetulan ada temen yang naksir berat sama kak Bagus. Santai gue jawab “ketulusan”. Lagi-lagi luruskan niat itu perlu. Oke guys.
Next seiring berjalannya waktu, ternyata yang namanya kagum itu bisa berubah atau lebih tepatnya berkurang. Lagi-lagi gue pengen lebih mengenal banyak orang-orang hebat dari latar belakang yang berbeda, bukan untuk dibandingkan satu sama lain, tapi untuk lebih mengispirasi hidup gue. Sampai akhirnya seseorang yang gue tau di dari semester 1, yang seringkali temen-temen di kelas ataupun lain kelas menceritakan tentang kakak itu, wajar dia cakep pake banget, pinter iya, tapi gue ngga respect! Tau kenapa? Dulu, gue udah males sama yang namanya cowo ‘cakep’. Seperti waktu gue ngefans sama kak Bagus. Gue refresh sekaligus gue instal otak gue, buang virus-virus yang cuma jadi sampah dan akhirnya gue bisa berfikir jauh lebih jernih, cerdas ok, agamanya gimana? Hehe. Maaf ya.... nah, dari situ gue mulai berfikir lebih dewasa, maybe selama ini selera gue udah berubah karena pengaruh teman-teman gue yang memang begitulah :D haha. Lanjut nih ya... pertama gue add fb kakak itu, awalnya iseng. Trus follow tweeternya. By the way, gue belum bilang ya siapa namanya. Okelah, namanya kak Irul. Mahasiswa semester 9 yang belum wisuda 2013 ini. Hah?????? Awalnya salah satu temen gue ada yang kaget ketika gue cerita kalau gue ‘suka’ sama kakak itu. Sontak dia bilang “jangan, jangan, jangan cari masalah, fans dia banyak?” so what !!!!! gue Cuma ketawa gajelas liat ekspresi temen gue itu. Selama kagum sama orang itu ngga bayar pajak, boleh dong sesuka hati, sama halnya ketika gue ngefans berat sama Shinichi Kudo.
Kak Irul... pertama kali kakak gue, kak Farda namanya, dia kenalin kak Irul ke gue. Kebetulan, kak Farda temen satu lokasi KKN sama kak Irul dan kak Adi. Cocok ! kak Farda sering banget cerita mengenai kak Adi atau kak Irul, katanya sih biar gue tau aja, tapi kalau dipikir ya, “buat apa gue tau soal mereka?” apa untungnya buat gue? -_-‘ tapi gue dengerin aja deh... oke kak :D. Tau kan gue orangnya suka penasaran, kak Adi, gue udah tau karena gue pernah jadi “spy”. Lanjut ke kak Irul, yang semakin lama gue cari tau tentang dia, semakin gue kagum sama tuh manusia. Subhanallah, ada ya manusia seperti itu di masa ini, terlebih di kampus gue. Heehehe. Anehnya, kenapa gue baru respect sama dia ketika dia udah mau out dari kampus? Kenapa ngga dari semester 1, yang sudah jelas-jelas gue tau kak Irul. Tapi ngga masalah, ngga bisa gue salahin waktu atau apalah, yang namanya perasaan suka itu ngga bisa disalahin. Kak Irul itu perfect banget buat gue, sumpah perfect banget. Satu-satunya orang yang gue kagumi tapi gue ngga berani kenal deket sama dia. Nyali gue seketika ciut banget, ngerasa minder tingkat akut. Jadi, gue cuma perhatiin dari jauh. Mau nyapa aja udah nerveous duluan. Deg-deg’an saat ketemu kak Irul itu biasa, lebih deg-deg’an dari gue ketemu Mr. Johan, salah satu dosen speaking yang paling fenomenal di kampus. Haha, sudahlah... yang penting gue udah buktiin bahwa ngga semua cowo di kampus itu cuma bagus fisiknya aja, tapi hati, ibadah dan akhlaq-nya number one.
Inget waktu ketemu kak Irul di lapangan futsal, mau nyapa ngga berani banget, sampe suatu hari gue baca tweet dia yang buat gue agak “angry”. Dari situ gue udah agak moody, L. Kak Irul !!!!!!!!!!!!!!  setiap kali di kampus, gue Cuma liat dia lewat, lewat doang... -_-‘. Sampe pada suatu hari, gue sama temen gue lagi browsing tugas di gazebo depan pascasarjana. Eh, ketemu kak Irul. Awalnya gue udah deg-deg’an, terus gue agak lirik, dia lagi ngobrol sama temennya. Pikir gue dala hati “aman” hehehe. Ngga lama dari itu, gue mau ke kelas, otomatis gue lewat depan gedung itu. Ya kannnn? Gue udah santai, dikit, karena gue fikir kak Irul ngga akan liat gue :D, tapi gue  agak nengok gitu, siallllll....kak Irul ngeliatin gue, senyum pula, reflek gue lambai tangan hahah, muka merah, untung agak jauh ckckckca. Tapi seneng cieciecie :D.
Perasaan itu ngga bisa ditebak ya, terkadang begini, terkadang begitu. Tapi wajib disyukuri, Allah memberikan persaan bahagia ini bukan untuk disalah gunakan, harusnya tetap dijaga kesuciaannya, karena cinta itu fitrah dariNya. Seperti perasaan gue kepada orang lain, siapapun itu. Gue ngga pacaran, tapi gue suka sama orang. Ngga salah kan?????? Kalau untuk masalah kedepannya, gue parcaya Allah akan memberikan yang terbaik. Siapapun jodoh gue nanti. Gue percaya semua yang terbaik. Karena jodoh itu menjadi, bukan mencari atau menyeleksi. Alright mungkin udah dulu deh, next time bisa sambung lagi.... :D nice kak Irul, thanks untuk inspirasinya J


Baca Selengkapnya ....

Life is Never Flat

Posted by Almaida A. Ade Ninggar Minggu, 29 September 2013 0 komentar

 
Life is never flat, it’s true. If your life just for waking up after sleep, taking a bath, eating, school, back to home, sleeping, waking up again, it’s so bored, isn’t it ? of course, especially character of human it self is never satisfy. At least, we must give thanks to God because of Him, our life is not flat. This life is like a blog statistic, sometimes it ups and downs. When it ups, the feel is very happy, but when it downs, we feel sad, and we ask another, what the reasons of that and we try correcting it. This is life, it’s true, life is abstract.

Life can also be a flower. It blooms when it’s good. It dies when it’s bad, but it will always be reborn no matter what life is to us, we must never forget  that we only have one life so we must live it well. I really wish I could but I messed up to many to have a life now.
You can play as many times as you like, until time runs out. However, there is only one way to win. There will be challenges, adventures, distractios, and temptations randomly dispersed through out the game. You don’t get to choose your race, class or alignment. They will be automatically assigned to you at the start of each game.
Be careful along the way because although you can play as often you wish, if you lose, you will be gone. You won’t be you the next time you play, you’ll be somebody else. So, what can you win ? well, in short, everything. If you can think it, you can have it, everything. The question is.. if you could give a prize like that to players, what kind of a players would you choose ? you have to think about really hard, and if you come up with the right answer, and become that kind of a player.
I personally believe that we all have our deeper meanings. The hardest part is finding what you want. The truth is, no two people are the same. Though we may share similiarities, we all have our own aspects that make us, well us. The meaning of life, there is no “universal” meaning to it. It is only self belonging, everyone has their own meaning. If you want something, you make it happen. Thats all life is, belief. I believe that the meaning of life is creation, because we as human beings are in cleaned to grow.

Metro, 29 September 2013

Baca Selengkapnya ....
Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Catatan Hati .