“Kutipan buku Dr. Khalid Abu Syadi”

Posted by Almaida A. Ade Ninggar Sabtu, 25 Januari 2014 0 komentar



Assalamualikum....

Dear blogers...

Waktu yang lalu, setelah catatan absurb akhirnya aku bisa memulai kembali menulis apa yang aku impikan, menulis dengan hati dan ketulusan. Insyaallah...
Kawan, banyak sekali kejadian-kejadian yang terlewatkan begitu saja selama ini. Rasanya, sangat disayangkan jika hal-hal yang kita anggap menarik itu terlewatkan begitu saja.. lagi-lagi, artikel yang aku tulis ini berkaitan dengan “bersyukur”. Satu kata yang tak kan mapu ditafsirkan hanya dengan bilangan puluhan, bahkan ratusan lebar teks. Subhanallah 
Beberapa bulan terakhir ini aku seperti kehilangan sesuatu dari diriku. Kehilangan kedamaian, kehilangan identitas, dan kehilangan rasa yang membuatku erasa “it isn’t me”! ini bukan aku... taukah kalian apa alasan dari semua permasalahan ini? Ia adalah kedamaian yang telah pudar dan hilang perlahan. Jawabannya hanya satu, yaitu Allah. Mungkin banyak sekali dosa yang telah aku lakukan baik yang disadari ataupun tidak. Membuat hati kotor dan mengalami kebutaan hati. Sahabat-sahabat yang dulu selalu menyemangati kini telah hilang dengan perlahan, satu per satu.  Benarlah firman Allah dalam surah asy-Syura:30, yang artinya :
“dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebaban oleh perbuatan tanganu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar(dari kesalahan-kesalahan)”.
Dan untuk kesekian kalinya, akankah kita berhenti bersyukur da tetap saja mengeluh tanpa memikirkan karuniaNya yang tiada tara. Subhanallah.. lagi-lagi semua kembali kepada diri kita, tapi apa jadinya jika kita tidak sadar diri juga hingga ajal menjemput. Kita hanya tau, namun kita tidak pernah mencoba memahami. -_-
Bersyukur disetiap kejadian yang menimpa diri maupun orang lain akan membuat kita selalu rendah hati, merasa hina dihadapanNya dan tak sempatlah kita menyombongkan diri. Alangkah bahagianya diri kita seandainya kita bisa mempertahankan perasaan seperti ini, keistiqomahan yang didamba oleh setiap hamba. Semoga kita dapat mengendalikan hawa nafsu kita agar kita tidak terjerumus ke dalam lembah dosa. Oh ya, dari buku yang aku baca, ada beberapa poin penting yaitu efek dari perbuatan dosa itu sendiri jika kita melakukannya, antara lain :

   . .       Terhalangnya ilmu dan rizki
2.       Hati yang gelisah
3.       Merasa asing di tengah-tengah orang shalih
4.       Urusan menjadi sulit
5.       Hilangnya ketaatan
6.       Perbuatan maksiat mengakibatkan perbuatan maksiat lainnya
7.       Menjadi penyebab sial bagi semua makhluk disekitarnya.
8.       Matinya hati
9.       Meremehkan hak Allah swt atas hamba
1.       Tidak mendapatkan kenikmatan dunia lebih baik daripada tidak mendapatkan kenikmatan akhirat
1.       Ibadah yang sia-sia
1.        Mewarisi sifat buruk orang-orang yang telah dibinasakan
1.        Su’ul khatimah
(alangkah buruknya dosa : Dr. Khalid Abu Syadi)

Sahabat-sahabat yang dimuliakan Allah, itulah sedikit poin dari efek “dosa” yang telah kita perbuat. Setelah sedikit membaca uraian diatas, bagaimana perasaan kita? Apakah kita merasa bahwa diantara banyak poin tersebut, ada yang benar-benar terjadi pada kita? Alhamdulillah jika kita merasa, setidaknya Allah telah memberikan petunjuk, tinggal bagaimana tindakan kita selanjutnya. Jawablah dengan sepenuh hatimu shalih dan shalilah 
Sahabat, ketika Allah menegur kita dengan cara yang halus, mungkin kita tak sadar, lantas Allah melancarkan apa saja yang kita lakukan, termasuk ketika melakukan dosa dan kita tak sadar sama sekali, lalu bagaimana jika pada saat itu juga Allah mencabut nyawa kita? Apakah kita tergolong umat yang berakhir pada khusnul khatimah atau su’ul khatimah? Mari renungkan kembali semua yang telah kita lakukan. Semoga kita bukan termasuk orang yang merugi.
Sahabat ku yang dimuliakan Allah, mari memulai hari ini dengan penuh harapan,  harapan yang pastinya akan mebawa suatu perubahan bagi diri kita maupun orang lain, kembali luruskan niat, jika hari kemarin kita masih saja berbuat kesalahan-kesalahan, bersyukurlah kepada Allah karena hari ini, kita masih diberi kesempatan untuk memperbaikinya. “Maka nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan?”


Metro, 12 Juni 2012
Salam Santun,

Alamaida A. Ade Ninggar



TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: “Kutipan buku Dr. Khalid Abu Syadi”
Ditulis oleh Almaida A. Ade Ninggar
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://almaidaisanita.blogspot.com/2014/01/kutipan-buku-dr-khalid-abu-syadi.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Catatan Hati .