Petikan Sayang untuk Teman 2
Jumat, 18 Januari 2013
0
komentar
Dear
malaikat kecilku...
Assalammualaikum wr wb..
Hai dear, sekarang pukul 11.07 am, baru saja
aku pulang dari kampus, cuaca di luar sedang hujan, tadi aku pun juga
kehujanan..hehe. hm... sukses ujian hari ini, alhamdulillah aku selesai lebih
cepat dan tepat. Semoga hasilnya nanti pun juga memuaskan. Setidaknya, mama dan
ayahku bangga ketika melihat transkip
nilaiku nanti..
Oiya dear, hampir saja lupa, kalau aku ada
janji sama kamu, aku ingin melanjutkan note-ku yang dulu itu. Oke langsung saja
ya dear...
....................................................................................................................
Dear Ronald...
Semangatku di siang hari ini tak terkalahkan
oleh cuaca yang sangat berbanding terbalik. . bagaimana denganmu kawanku ?
semoga apa yang kau rasakan jauh lebih baik dari yang aku rasakan. Semoga saja.
Aamiiin
Ronald, bagaimana kabarmu ? apakah perasaanmu
masih sama seperti dulu ataukah sudah berubah ? kawan, sejauh mana kaki kita
melangkah, tetaplah kau berada di jalanNya, jangan sampai kau ikut terjerumus
dengan mereka yang jauh dariNya. Tapi, aku yakin, kau bisa menjaga dirimu
sendiri, aku percaya kau baik-baik saja di luar sana, karena seringkali aku
memperhatikan kamu di facebook, tapi maaf, aku tak bermaksud lain, hanya
sekedar ingin tahu. Ronald, kamu memang teman yang baik, kamu telah mengajari
aku tentang banyak hal, tapi, karena kamu juga, aku sering merasa tidak baik
karena perasaanku kepadamu yang terbilang lebih. Maafkan aku Ronald, bukan
maksud hati aku ingin menyalahkan kamu, tapi aku hanya merasa, seringkali kamu
membuatku kesal tanpa kamu sadari. Yah, sekedar pencurahan hati saja, jangan
difikirkan...
Kawan, mungkin seringkali kamu berfikir,
kenapa aku tak berubah juga ? maafkan aku sekali lagi, perubahan itu tak
terjadi seperti halnya kita membalikkan telapak tangan kita. Kita tak tau, apa
yang akan terjadi hai ini, esok
atau beberapa tahun lagi. Bisa
jadi, aku atau salah 1 diantara kita pergi, entah apapun yang terjadi nanti,
aku hanya ingin membuat hidupku berarti dengan rasa syukur yang aku miliki.
Ronald, aku tak mengerti jalan fikiranmu, aku tak mengerti apa yang kau mau,
aku tak mengerti, kenapa setiap kali aku mengingatmu, hanya penuh dengan tanda
tanya tak jelas yang mengintari kepalaku. Aku pun bingung...
Ronald, teringat aku akan kebersamaan kita di
masa lalu, nasehat-nasehatmu, laranganmu untuk ku memakan sesuatu yang nantinya
dapat menimbulkan efek buruk, sampai motivasi-motivasi yang membuatku dapat
bangkit ketika aku mulai terjatuh. Tentunya, Allah mengizinkan aku untuk dapat
mengenalmu meski sekejab saja. Aku bukanlah aku yang dulu, aku juga tak akan
bertahan menjadi buruk meskipun pada prosesnya, aku tersandung bahkan terjatuh
karena bongkahan sebuah batu.
Ronald, tak ingin aku menceritakan semua
kesenangan semu yang pernah aku rasakan. Bagiku, yang aku rasakan, adalah apa
yang aku simpan. Terimakasih karena kamu telah menjadi seseorang yang berarti
untuk hidupku. Ya Allah, aku mencintaiMu, maka jangan sampai rasa cintaku
kepadanya, jauh lebih besar dari rasa cintaku kepadamu.. Ya Allah, biarkan
sekarang ini aku merasa tak memiliki cinta dari seorang laki-laki yang ku
sayangi, asalkan nanti, di waktu yang
tepat, aku dapat meraih kembali cinta yang hilang untuk menujuMu, bersamanya,
dia....siapapun dia yang terbaik untukku. Ya Allah, jagalah ia yang jauh
disana, ingatkan ketika ia salah, tuntunlah ia ketika ia mulai kehilangan arah,
jangan biarkan ia lengah dari tujuan awalnya ya Rabb.. aku menyayanginya, tapi
Engkau jauh lebih sayang kepadanya, maka aku titipkan ia kepada Engkau ya
Rabb...
Maaf, mungkin aku akan menghilang dari
kehidupanmu, mulai saat ini, tak ingin lagi aku terlalu menyiksa diriku dengan
sebuah anggan yang tak pasti. Ingin aku menikmati duniaku, dengan memetik
hikmah dari sebuah peristiwa. Akan ku pegang semua yang pernah kau ajarkan
untukku, tentang kebaikan, tanggung jawab, rasa sabar dan semua yang akan
menjadi guide bagi hidupku. Kau tau kenapa aku ingin pergi dari kehidupanmu ?
itu karena aku tak ingin membebani hidupku akan dirimu dan mereka. Aku seperti
seotrang anak jalanan, yang sedang mengintai disela-sela tembok besar, kau dan
teman-temanmu, berada di balik tembok itu, dengan segala jenis permainan ada
disana, teman-temanmu yang banyak dan memperhtikanmu, mereka ada setiap kau
butuh, mereka juga banyak yang menaruh perhatian lebih kepadamu, sedangkan aku,
aku begitu berbeda, aku tak seperti mereka. Aku tak mau menjadikan diriku sakit
karena harapan yang jauh dari kenyataan. Tak mungkin aku bersaing dengan
mereka, tak mudah bagiku untuk menjadi seperti mereka, dan karena aku bukanlah
mereka. Untuk itu, aku putuskan untuk pergi dari kehidupanmu, meskipun semua
itu tak mudah, tapi aku akan terus berusaha. Aku dan kamu berbeda, dari perbedaan
itulah aku sadar bahwa tak selamanya apa yang aku mau adalah tepat untukku, aku
akan sibuk dengan diriku dan duniaku, bukan kamu dan duniamu dikala itu. Sebuah
kata dari hati, ingin ku sampaikan, bahwa aku bukanlah seperti yang mereka
kira, aku juga bukan seperti yang mereka tau. Hanya aku dan orang tertentu yang
tau, bagaimana aku.
Ronald, sudah saatnya aku pergi, aku tak akan
menyusahkan kamu lagi, aku tak akan mengganggumu lagi, biarlah kamu menikmati
duniamu sendiri, biarkan aku hidup dengan hatiku, aku bersama Allah, sang
pemilik cinta, lupakan semua tentangmu. Jika suatu saat nanti takdir Allah
berkata lain, apapun itu, itulah yang terbaik untukku. Sekarang, aku hanya
ingin menjadikan hidupku berarti, terus berbuat baik, hingga tiba masaku nanti,
saat aku menutup mataku untuk terakhir kalianya. Aku percaya, janji Allah itu
nyata, janji Allah itu tak dapat diragukan lagi...
Kawan....
Mungkin aku akan diam terhadapmu, aku ta
seperti dulu. Aku pamit.. aku akan melanjutkan hidupku, aku akan berjalan perlahan,
cepat dan berlari. Jaga dirimu baik-baik Ronald, Insyaallah, hati ini akan
kembali jika waktunya tepat dan atas izin dariNya. Mulai sekarang, abaikan aku,
lupakan aku, karena mereka lebih menyayangimu... aku bukanlah siapa-siapa,
pergilah bersama mereka,...
Ronald, aku menyayangimu karena Allah.......
Metro, 17 Januari 2013
Salam santun,
Almaida Aprianita Ade Ninggar ^_^
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Petikan Sayang untuk Teman 2
Ditulis oleh Almaida A. Ade Ninggar
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://almaidaisanita.blogspot.com/2013/01/petikan-sayang-untuk-teman-2.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh Almaida A. Ade Ninggar
Rating Blog 5 dari 5


0 komentar:
Posting Komentar