God Always Listens And Understands

Posted by Almaida A. Ade Ninggar Jumat, 29 November 2013 0 komentar



Dear Diary,
Sahabat, bagaimana kabarmu disana? Semoga tetap dalam naungan rahmatNya, aamiin. Dee, hari ini ceritanya Aida pulang ke rumah ibu, karena sudah lama Aida tidak pulang, memanfaatkan waktu libur meskipun satu hari. Saat Aida pulang, Aida merasa ada hal yang menurutku itu “aneh” entah itu perasaanku saja atau memang itu nyata.
Senang sekali ketika pulang bisa bertemu ibu, adik dan ayahku. Hari ini ibu dan Aida hadir di acara peringatan tahun baru hijriah, senang sekali bisa datang dan menyaksikan beberapa cabang perlomban, seperti hafalan juz ama untuk tingkat SD, lomba adzan, wudhu, sholat, membaca al-Qur’an bahkan ada lomba LCT untuk ibu-ibu, bisa kebayang kan bagaimana serunya, hehe. Nayla Liza, adikku tersayang mengikuti lomba hafalan juz amma, semoga menang ya hehe soalnya pengumumannya masih minggu depan bertepatan dengan acara pengajian akbar di desaku.
Dee, awal tadi pembukaan saja, mungkin agak ngga nyambung dengan apa yang mau Aida tuangkan di blog ini,  tapi memang Aida merasa berat untuk memulainya. Bagaimana? Yaa, seberat perasaanku saat ini. Ini kali pertama Aida bercerita tentang seorang “laki-laki” sama ibu dan ayah. Masih ingatkah dengan sosok “Ronald”? di episode yang lalu? Yang ceritanya pun pernah aku tulis di blog ini? Dimana ia adaah seseorang yang bisa dibilang sangat “mempengaruhi” diriku? Aku kaget, kaget sekali ketika ayah bertanya padaku, “ada hubungan apa sama Ronald?” aku senyum...... lalu aku kembali bertanya “kenapa ayah baru tanya sekarang? Itu kan udah lama banget, setahun lebih bahkan?” aneh... kenapa mereka baru bertanya padaku sekarang. Hm........ayah bicara panjang lebar, bukan memarahiku  karena aku dekat dengan laki-laki, tapi ayah begitu bijaksananya, ayah tau kalau aku udah dewasa, kata-kata ayah pun membuatku berfikir dalam, dalam sekali. Singkat kata, begini penjelasanku “ibu sama ayah mau aku jawabnya jujur apa bohong?” hehe agak sedikit usil. “ibu, ayah, aku sama Ronald ngga pacaran kok, bener! Jujur, awal dekat dengannya lebih karena faktor “komunikasi” yang sering dan kedekatan ketika sering bertemu di salah satu univesitas negeri di Lampung masa SMA dulu. Awalnya, aku ngga ada perasaan apa-apa kok yah, Cuma sebatas teman atau “kakak” aja, tapi aku ngga tau kenapa perasaan  ini bisa berubah menjadi “sayang”. Tapi, dari awal aku memang ngga mau pacaran. Sejak dia ke Bandung, kita ngga pernah contec’an lagi kok, meskipun pernah itupun karena dia atau aku ulang tahun, yah pastinya setahun sekali, seperti bulan lalu, tanggal 20 aku sms dia buat ucapin selamat milad, itupun aku minta no dulu sama temen SMA dia. Ayah, Ibu, Aida sama Ronal ngga pacaran karena kita merasa bahwa semua itu ngga ada gunanya yah. Aida juga ngga berani buat berharap lebih sama Ronald, ayah tau kenapa? Karena Aida ngga mau mendahului takdir Allah, seperti kata Ibu, bahwa jodoh, maut, rezeki sudah Allah yang mengatur, kita sebagai hambaNya hanya bisa berdoa, berikhtiar agar kita mampu mnggapai semua hal yang baik. Meskipun dulu sampai sekarang Aida ngga bisa lupain perasaan sayang ini, tapi Aida tidak mau berlebihan, semua hal yag berlebihan itu tidak baik. Mungkin dulu Aida belum sadar dengan apa yang Aida lakukan, Aida sering main dengan dia, dst. Tapi yah, Aida hanya tidak mau menjadi seperti teman-teman Aida di luar sana, masa mudanya hanya untuk hura-hura, kalaupun kuliah, hanya formalitas, dan itu contohnya sudah banyak Aida temui, tentunya Ayah dan Ibu ngga mau kan Aida seperti mereka? Ibu, Ayah, masa muda ini Aida ingin terus menuntut ilmu, belajar tentang banyak hal, menjadi insan yang bermanfaat untuk orang lain, Aida juga masih memiliki cita-cita tinggi, kalaupun terkadang Aida merasa “down, love, GALAU” maybe, yaaa itu memang hal-hal yang wajar. Karena Aida tau, usia kita siapa yang tau, bisa jadi, ketika Aida belum lulus kuliah, atau sesudahnya, Aida dipnggil Allah untuk menemani alm.papa, siapa yang tau, kalau masa muda hanya  untuk pacaran dan hal yang gak penting lainnya, apa yang akan Aida bawa?” sekilas itu obrolanku dengan ke dua orang tuaku.
Dee, entahlah aku harus bicara bagaimana lagi, hari ini benar-benar membuatku galau, perasaan yang sangat tidak nyaman, sepanjang jalan menuju asrama tempat aku tinggal pun perasaan ini masih saja mengganjal. Aku berdzikir sepanjang jalan, berharap rasa “aneh” ini cepat hilang dari ingatan, merasa seperti mengingat hal-hal yang sudah lama dan perlahan aku lupakan. Ya Allah, jaga hati hamba, labuhkan cinta hamba hanya kepada seseorang yang melabuhkan rasa cintaNya hanya kepada Engkau. Aamiin
Jujur, hanya Ronald satu-satunya “teman laki-laki” yang aku bercerita tentangnya kepada ayah dan ibu, dan ini pun kali pertamanya,.. ayah  dan ibu senang jika memang benar aku dekat dengannya, tapi aku belum siap menjadikan atau “men-judge” bahwa dia orangnya, bukan  berarti aku negatif thingking, bukan berarti aku pasrah, juga bukan bererti aku tidak mengharapkan L , terlebih karena aku sandarkan semuanya kepada Allah, hanya Allah, bukan yang lain :‘(.
Tapi aku yakin, waktu akan menjawabnya, dan selama penantian “siapa dia” aku akan terus melakukan perbaikan pribadi, berdoa, ikhtiar, lakukan yang terbaik, yakin mendapatkan yang terbaik pula, karena pada dasarnya Allah memberikan sesuatu yang terbaik untuk hambanya. Hanya saja, terkadang kita yang membuat dan memandang bahwa itu tidak baik. Ya..sudah dulu  share hari ini, insyaallah masih ada hari-hari lain dengan kisah yang jauh lebih menarik dan menurutku semua itu menarik. “I can smile again”
Metro, 05 November 2013

Salam santun,
Almaida
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: God Always Listens And Understands
Ditulis oleh Almaida A. Ade Ninggar
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://almaidaisanita.blogspot.com/2013/11/god-always-listens-and-understands.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Catatan Hati .