sebuah catatan sederhana

Posted by Almaida A. Ade Ninggar Rabu, 01 Januari 2014 0 komentar




Assalamu’alaikum wr wb

Dear diary..
Senin, 30 Desember 2013. Adalah hari dimana aku merasakan lelah yang teramat lelah. Seperti telah melakukan perjalanan panjang yang tiada ujung dan akhirnya aku berhenti dan mencoba kembali. Satu tahun ini, tehitung dari 31 Desember 2012 lalu, dimana aku memulai hidup tanpa orang-orang yang selama ini telah sangat berarti dalam hidupku. Perjalanan yang menurutku amatlah panjang, 2 tahun silam. Bisa dikatakan bahwa ini adalah masa dimana aku belajar mencari jati diri, mencocokan hal-hal yang baru aku temui untuk dapat menemukan, “siapakah aku ini?” berkelana dari cara yang berbeda dari segala sudut pandang dan akhirnya menghasilkan sebuah pemikiran yang luar biasa bagiku. Kesimpulan yang aku kumpulkan dari semua hasil perjalanan panjang ini. Mungkin, bagi sebagian orang mengangap, aku adalah seseorang yang menuliskan hal-hal yang tidak penting, dengan masalah yang tidak begitu penting juga bagi mereka, aku tak perduli lagi. Semua hal dalam hidupku adalah penting. Setidaknya, jika itu tidak begitu berarti bagiku, namun hal tersebut berarti bagi orang lain, karena sebagian dari hidupku adalah orang lain. Kembali kepada topik awal. Ketika seseorang muslimah telah merasakan nikmatnya karunia Allah, yaitu ketika ia merasa bahwa Allah begitu dekat dengannya, sehingga hatinya pun akan tenang, hatinya tidak akan merasa khawatir dengan urusan dunia yang sepele. Itulah yang pernah aku rasakan dulu, begitu sangat disayangkan ketika aku melepaskan kenikmatan itu begitu saja. Allah, Engkau Maha Tahu, maka bimbinglah hamba kembali kepada Engkau.

Dear, semua itu tak terlepas oleh sosok yang membuatku menunduk malu ketika mendengar namanya. Terasa begitu rendah, apalah yang bisa aku banggakan dengan diriku yang tak mampu berbuat baik dengan sebaik-baiknya, malah menjadi sosok manusia baru yang lebih hina di mata Allah. Aku rindu dengan suasana ukhwah yang telah menghantarkan aku ke jalan ini, tak terasa sudah dua tahun berlalu dan aku tak menemukan hal itu di sini. Di tempat baruku. Sejujurnya, hatiku terasa sangat kesepian. Bukan kesepian karena tak memiliki “pacar” seperti problematika teman-teman sebayaku, namun lebih kepada kerinduan dalam dekapan ukhwah. Satu per satu, akan ku rangkai semua itu, mengumpulkan puing-puing karakter baik yang masih tersisa.
Ibu, Ayah…
Ridhoi ananda untuk dapat menjadi anak yang shalihah, yang akan menjadi kebangaan Ibu dan Ayah J

salam santun,

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: sebuah catatan sederhana
Ditulis oleh Almaida A. Ade Ninggar
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://almaidaisanita.blogspot.com/2014/01/sebuah-catatan-sederhana.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Catatan Hati .